Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 10:12 WIB

PT PP Properti Catat Laba Turun Jadi Rp210,5 M

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 11 Desember 2019 | 10:43 WIB
PT PP Properti Catat Laba Turun Jadi Rp210,5 M
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp210,54 miliar per 30 September 2019 dari Rp305,82 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Hal ini seiring dengan pendapatan usaha turun menjadi Ro1,37 triliun dari Rp1,82 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp407,69 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp471,38 miliar.

Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp223,29 miliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp322,21 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (11/12/2019).

Sementara total aset perseroan hingga periode 30 September 2019 mencapai Rp18,19 triliun naik dari total aset Rp16,47 triliun hingga periode 31 Desember 2018.

PT PP Properti Tbk (PPRO) didirikan tanggal 12 Desember 2013. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham PP Properti Tbk, yaitu: Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) (induk usaha) ( PTPP) (64,96%) dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (8,85%). Saham publik sebesar 34,9%.

Kegiatan PPRO adalah bergerak dalam jasa, pembangunan, dan perdagangan. Kegiataan utama PP Properti adalah melakukan pengembangan properti seperti apartemen, hotel, perkantoran, mall, pusat perdagangan dan perumahan untuk dijual dan disewakan. PP Properti telah mengembangkan sekitar 31 proyek pada ketiga tipe pengembangan yang terdiri dari 20 proyek residensial, 8 proyek komersial dan 3 proyek hospitality.

Pada tanggal 08 Mei 2015, PPRO memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PPRO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.912.346.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp185 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Mei 2015.

Saham PPRO saat ini berada di Rp72 per saham.

Komentar

x