Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 13:33 WIB

Apa Taktik Trump Saat Negosiasi dengan China?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 4 Desember 2019 | 20:50 WIB
Apa Taktik Trump Saat Negosiasi dengan China?
Presiden AS, Donald Trump
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Presiden AS, Donald Trump mengatakan, pembicaraan perdagangan dengan China berjalan sangat baik. Pernyataan ini sehari setelah mengatakan tidak ada kesepakatan tarif dapat berlangsung sampai setelah pemilihan umum 2020.

Pernyataan terbaru dari Trump ini datang di London. Saat ia dan para pemimpin NATO lainnya menghadiri pertemuan puncak. Saham berjangka AS ESZ19, + 0,38% naik pada Rabu pagi setelah sebuah laporan bahwa AS dan China terus bekerja menuju kesepakatan perdagangan fase-satu.

Sebelumnya, para pedagang mencerna sentimen negatif karena ada khawatiran dengan kesepakatan tidak akan ditetaskan sebelum AS akan memberlakukan bea masuk baru pada barang-barang Tiongkok pada 15 Desember 2019.

15 Desember adalah tanggal di mana tarif barang lain senilai US$156 miliar akan diberlakukan, dan para ekonom telah menganggap tarif ini berpotensi paling merusak, karena mereka langsung menargetkan barang-barang konsumen.

"Saya pikir investor menggunakan 15 Desember sebagai barometer. Mungkin ini barometer paling murni dan paling sederhana, untuk melihat apakah ada kemajuan. Jika tidak, kami mungkin akan pincang di sisa tahun ini," kata Jack Ablin, kepala investasi di Cresset Wealth Advisors seperti mengutip cnbc.com.

Beberapa pedagang memandang komentar Trump sebagai taktik tawar-menawar. Namun, tindakan presiden selama beberapa hari terakhir telah mengirimkan pengingat bahwa ia berniat untuk bermain keras di perdagangan, tidak hanya dengan China tetapi dengan mitra dagang lainnya, setelah ancaman tarif baru di Brasil, Argentina dan Prancis.

Komentar

Embed Widget
x