Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 13:37 WIB

Inilah Penopang Penguatan IHSG

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 2 Desember 2019 | 17:21 WIB
Inilah Penopang Penguatan IHSG
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - IHSG berakhir menguat 1,9% atau 118.22 poin ke level 6.130,05 dari pembukaan di 6.023,612 pada perdagangan Senin (2/12/2019). Volume perdagangan mencapai 12,9 miliar saham senilai Rp6,6 triliun.

Penguatan mendapat dukungan dari saham-saham pada sektor pertambangan (+3.54%), Konsumer (+2.34%) dan Property (+2.29%) naik signifikan menjadi leader penguatan pada sektoral.

Data indeks Kinerja sektor Manufaktur bulan November 2019 naik lebih dari ekspektasi mendorong optimisme investor terlepas dari data regional yang positif. Data indeks PMI Manufaktur finis naik di 48.2 dari 47.3 di bulan November meskipun masih di bawah level ekspansi.

Data inflasi tahunan lebih rendah dari bulan sebelumnya di level 3.0% dari 3.13% YoY dan bulanan naik 0.14% dari 0.02%.

Bank indonesia melihat pertumbuhan ekonomi ekspansi ke 5,1% hingga 5,5% di tahun 2020 dan 5,2% hingga 5,6% di tahun 2021 didukung oleh struktur kebijakan bank sentral. Investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp148,46 miliar diantaranya untuk saham seperti BBNI, ACES dan PTPP.

Menurut analis saham Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, secara teknikal IHSG bergerak optimis menguat mencapai target Moving Average 50 hari dengan potensi menguji resistance dan MA200 apabila kuat terus diatas Moving Average 50 hari yang berada di kisaran level 6.145.

Indikator stochastic golden-cross pada area oversold dan RSI bullish momentum setelah berhasil reversal. "Sehingga secara teknikal kami perkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga diatas MA50 dengan support resistance 6.100-6.210," seperti mengutip hasil catatannya sore ini.

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya TBLA, BISI, INKP, TKIM, WSBP, PGAS, IMAS, INDY, PTPP, ADHI, WIKA, SCMA, SRIL.

Bursa saham Eropa dibuka mengikuti keoptimisan bursa saham Asia. Indeks Eurostoxx (+0.56%), FTSE (+0.58%) dan DAX (+0.60%) naik setengah persen diawal sesi perdagangan.

Penguatan indek saham di Eropa dipimpin oleh saham-saham pertambangan dan energy karena data menunjukan aktifitas pabrik di kawasan Eropa naik kelevel tertinggi tiga bulan terakhir. Data yang menjanjikan dari Cina dan Eropa bersama dengan rekor US$7,4 miliar dalam penjualan online AS untuk Black Friday menambah bahan bakar untuk reli yang membawa saham secara global ke kenaikan tiga bulan berturut-turut.

Investor akan mencari alasan lebih lanjut untuk menjadi bullish di pabrik Amerika dan angka ketenagakerjaan yang akan dirilis minggu ini, meskipun sentimen masih bisa diatasi oleh kurangnya kemajuan menuju kesepakatan perdagangan AS-China.

Bursa saham Asia mayoritas mengalami penguatan. Indeks Nikkei (+1.01%) dan TOPIX (+0.89%) memimpin kenaikan di iringi indeks HangSeng (+0.37%) dan Shanghai (+0.19%). Investor memulai pada bulan Desember dalam suasana Risk-on setelah saham-saham meningkat setelah data manufaktur lebih baik dari perkiraan di Tiongkok dan zona Eropa mendorong harapan ekonomi global yang mulai berbalik arah.

Indeks manufakturing PMI resmi melampaui perkiraan dan kembali pada zona ekspansi pada bulan November. Saham Jepang memimpin kenaikan karena yen sedikit lebih rendah, sementara saham Hong Kong berhasil naik bahkan setelah bentrokan antara pemrotes dan polisi kembali pada akhir pekan.

Komentar

Embed Widget
x