Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 13:31 WIB

Laba PT Sumber Energi Andalan Turun Jadi US$7,9 Jt

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 2 Desember 2019 | 12:50 WIB
Laba PT Sumber Energi Andalan Turun Jadi US$7,9 Jt
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) mencatat penurunan laba bersih menjadi US$7,99 juta per 30 September 2019 dari laba bersih US$9,79 juta pada periode yang sama tahun 2018.

Sementara pendapatan periode ini menjadi US$6 ribu turun dari US$12,21 ribu tahun. Sedangkan laba bruto tercatat sama US$6 ribu turun dari laba bruto US$12,21 ribu. Demikian mengutip keterbukaan informasdi di BEI, Senin (2/12/2019).

Selain itu, untuk laba sebelum pajak penghasilan tercatat menjadi US$7,99 juta turun dari US$9,79 juta.Adapun total aset perseroan US$134,04 juta dari US$125,72 juta. Untuk total liabilitas menjadi US$362.101 dari US$35.542. Sedangkan total ekuitas menjadi US$133,6 juta dari US$125,6 juta.

Tp Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) didirikan tanggal 20 Nopember 1987 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1987.

ITMA beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain:
PT Itamaraya Gold Industri Tbk,
PT Itamaraya Tbk, 2009
PT Sumber Energi Andalan Tbk, 2011.

Induk usaha ITMA adalah Trust Energy Resources Pte Ltd., sedangkan induk usaha terakhir Energi Andalan adalah TATA Power Company Limited.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Sumber Energi Andalan Tbk adalah Trust Energy Resources Pte Ltd., dengan persentase kepemilikan sebesar 84,61%. Saham publik sebesar 15%.

Kegiatan ITMA bergerak dalam bidang perdagangan dan ekspor impor serta jasa konsultasi dalam bidang pertambangan dan energi. Saat ini pendapatan utama ITMA berasal dari entitas asosiasi, yakni PT Mitratama Perkasa (PTMP), yang dimiliki sebesar 30%.

Pada tanggal 30 Oktober 1990, ITMA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ITMA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp6.950,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Surabaya (BES) (sekarang Bursa Efek Indonesia / BEI) pada tanggal 05 Nopember 1990.

Pada tanggal 26 Juni 2002, PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) melakukan penghapusan pencatatan saham ITMA (delisting) di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kemudian pada tanggal 30 Nopember 2007, terjadi penggabungan PT Bursa Efek Surabaya (BES) ke dalam PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) selanjutnya berubah nama menjadi PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Akibat penggabungan tersebut saham yang tercatat di BES, akan tercatat di BEJ terhitung sejak 3 Desember 2007 sehingga pada tanggal 3 Desember 2007, saham-saham tersebut sudah dapat diperdagangkan di BEJ sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saat ini saham ITMA di Rp575 per saham dari pembukaan di Rp625 per saham.

Komentar

x