Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 13:26 WIB

PT Royal Prima Derita Laba Turun Jadi Rp1,9 Miliar

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 2 Desember 2019 | 06:40 WIB
PT Royal Prima Derita Laba Turun Jadi Rp1,9 Miliar
PT Royal Prima Tbk (PRIM) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Royal Prima Tbk (PRIM) mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp1,9 miliar per 30 September 2019 dari Rp14,3 miliar pada periode yang sama tahun 2018. Penurunan ini seiring penurunan total pendapatan dan kenaikan biaya administrasi.

Pada periode ini, total pendapatan perseroan menjadi Rp125,41 miliar dari Rp154,2 miliar. Untuk beban pokok pendapatan turun menjadi Rp81,09 miliar dari Rp102,05 miliar. Jadi laba kotor menjadi Rp44,3 miliar dari Rp52,1 miliar.

Sedangkan beban administrasi naik menjadi Rp38,2 miliar dari Rp34,4 miliar. Penghasilan bunga turun jadi Rp52,9 juta dari Rp72,5 juta. Perseroan menanggung beban bunga hingga Rp456,1 juta. Sedangkan penghasilan lain-lain turun menjadi Rp247,6 juta dari Rp1,42 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Jadi laba sebelum pajak turun menjadi Rp5,9 miliar dari Rp19,2 miliar. Sedangkan beban pajak penghasilan menjadi Rp3,9 miliar dari Rp4,8 miliar. Akhirnya perseroan meraih laba bersih menjadi Rp1,9 miliar dari Rp14,3 miliar.

Sementara total aset perseroan menjadi Rp924,2 miliar dari Rp912,2 miliar per 31 Desember 2018. Sedangkan total liabilitas menjadi Rp73,4 miliar dari Rp63,4 miliar. Untuk total ekuitas menjadi Rp850,8 miliar dari Rp848,8 miliar.

PT Royal Prima Tbk (PRIM) didirikan pada tanggal 04 Juni 2013 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Royal Prima Tbk, yaitu: I Nyoman Ehrich Lister, dengan persentase kepemilikan sebesar 64,58%. Saham publik sebesar 20,9%.

Kegiatan usaha PRIM adalah bergerak dalam bidang jasa kesehatan. Saat ini, kegiatan usaha utama Royal Prima Tbk adalah dalam bidang jasa Rumah Sakit, Klinik, Poliklinik, Balai Pengobatan, Rumah Sakit Bersalin dan Poliklinik untuk ibu dan balita, Rumah Sakit Spesialis dan Poliklinik Spesialis antara lain Rumah Sakit atau Poliklinik mata, THT, kulit, jiwa, paru-paru, dan kanker, serta kegiatan usaha terkait.

Royal Prima Tbk memiliki 2 jaringan rumah sakit, RSU Royal Prima (Medan) dan RS Royal Prima Jambi, dengan target total kapasitas pada akhir tahun 2018 memiliki +/- 1200 tempat tidur.

Pada tanggal 04 Mei 2018, PRIM memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PRIM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.200.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp500 per saham disertai dengan Waran Seri I sebanyak 600.000.000 dengan harga pelaksanaan Rp625 per saham. Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Mei 2018.

Saham PRIM akhir pekan lalu berada di Rp294 per saham dari pembukaan di Rp300 per saham.

Komentar

x