Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 13:26 WIB

IHSG Miliki Peluang Lanjutkan Kebangkitan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 2 Desember 2019 | 06:03 WIB
IHSG Miliki Peluang Lanjutkan Kebangkitan
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - IHSG masih bisa bergerak dalam tren turun jangka pendek. Namun setelah berhari-hari terus mengalami penurunan, kemungkinan pekan ini IHSG akan mencoba untuk rebound sehingga berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, dari chart diatas terlihat bahwa IHSG masih akan mencoba untuk bertahan di support uptrend jangka menengah di level 5.900. Sementara untuk mengakhiri tren turun jangka pendeknya, IHSG harus dapat menjebol down trend resistance line di level 6.117.

"Meski aura negatif masih pekat menaungi IHSG, namun secara bulanan dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa tren pergerakan IHSG pada bulan Desember selalu menghijau. Semoga support level 5.900 dapat dipertahankan dan IHSG dapat rebound serta mengakhiri tahun ini dengan catatan positif," demikian mengutip hasil risetnya, Minggu (1/12/2019).

Meski berhasil rebound pada akhir pekan, tambahnya, namun secara teknikal IHSG masih terlihat jelas berada di fase downtrend dalam jangka pendek. Indikator teknikal MACD terlihat masih bergerak turun di bawah centreline, mengindikasikan bahwa trend pergerakan IHSG masih cenderung bergerak negatif.

"Untuk pekan ini, range pergerakan IHSG diperkirakan akan berada di kisaran area support 5.900 dan resistance di level 6.117."

Dalam kebiasaan memasuki awal bulan, pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan November pada hari senin. BI memperkirakan inflasi November akan mencapai 0,18%.

Sementara pada hari jumat investor akan mencermati rilis data cadangan devisa hingga akhir november. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari pelaku pasar pada pekan ini diantaranya adalah:
Senin 2 Desember 2019 : Rilis data manufaktur China, Rilis data manufaktur euro zone, Pernyataan Presiden ECB Lagarde, Rilis data manufaktur AS
Selasa 3 Desember 2019 : Keputusan suku bunga Australia
Rabu 4 Desember 2019 :Rilis data GDP Australia, Rilis data pekerjaan ADP Non Farm dan PMI non manufaktur AS
Kamis 5 Desember 2019 : Rilis data ritel dan neraca dagang Australia, Meeting OPEC, Rilis data perdagangan AS
Jumat 6 Desember 2019 : Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Black Friday Tak Signifikan
Bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan yang hanya berlangsung setengah hari setelah kembali dari libur Thanksgiving ditutup melemah. Saham ritel melorot karena penjualan pada moment Black Friday tidak naik signifikan.

Di sisi lain, perselisihan AS-China atas Hong Kong memicu kecemasan investor akan meningkatnya ketegangan perang dagang kedua negara. China mengancam akan membalas AS setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang yang mendukung pemrotes pro-demokrasi di Hong Kong.

Dow Jones ditutup turun 112,59 poin (-0,4%) menjadi 28.051,41, S&P 500 melemah 12,65 poin (-0,4%)menjadi 3.140,98 dan Nasdaq berkurang 39,7 poin (-0,46%) menjadi 8.665,47. Meski turun pada akhir pekan.

Namun secara mingguan Dow Jones mengalami kenaikan +0,63%, S&P 500 menguat +0,99% dan Nasdaq meningkat +1,71%. Selama bulan November, Dow Jones berhasil naik +3,7%, S&P 500 menguat +3,4% dan Nasdaq melesat +4,5%.

IHSG Bangkit
Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil rebound pada perdagangan akhir pekan, setelah mengakhiri penurunan 6 hari berturut-turut. IHSG ditutup naik 58,77 poin (+0,99%) ke level 6.011,83, dengan diikuti oleh net sell asing sebesar Rp239 miliar di pasar reguler.

Dalam sepekan, IHSG masih melemah -1,45% dengan disertai keluarnya dana asing dalam jumlah besar di pasar reguler senilai Rp 3 triliun. Sepanjang bulan November IHSG mengalami koreksi sebesar -3,48%. Dan secara year to date hingga akhir November, IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar -2,95%.

Komentar

Embed Widget
x