Find and Follow Us

Senin, 9 Desember 2019 | 04:50 WIB

IHSG Mulai Tertekan 0,1% ke 6.107,43

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 22 November 2019 | 09:53 WIB
IHSG Mulai Tertekan 0,1% ke 6.107,43
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - IHSG sudah tertekan 0,1% ke 6.107,43 dari pembukaan di 6.115,792 pada awal perdagangan Jumat (22/11/2019). Perdagangan mulai mengalami net foierign buy sebesar Rp85,5 miliar.

Volume perdagangan baru sebesar 1,7 miliar saham senilai Rp1,2 triliun sebanyak 157.616 kali transaksi. Indeks terbebani 139 saham melemah, saat 137 saham menguat dan 143 saham belum berubah.

Transaksi beli investor asing mencapai Rp304,16 miliar. Sedangkan transaksi jual investor asing sebesar Rp218,6 miliar. Jadi perdagangan mengalami net foreign buy sebesar Rp85,5 miliar.

Saham teraktif pagi ini antara lain saham BBCA dengan nilai transaksi mencapai Rp106 miliar di harga Rp31.525 yang naik 0,08%. Saham BBRI sebesar Rp58,1 miliar di harga Rp4.180 yang turun 0,9%, saham TLKM mencapai Rp57,7 miliar di harga Rp4.030 yang naik 0,2%.

Sementara indeks JII menguat 0,3%, indeks SMInfra18 menguat 0,1%, indeks ISSI naik 0,1%, indekw LQ45 melemah 0,2% dan indeks IDX30 berkurang 0,1%.

Saham sektor pertambangan mencoba menahan pelemahan indeks dengan naik 0,6% sedangkan saham sektor infrstruktur baru bisa naik 0,3%. Untuk pelemahan terdalam terjadi pada saham sektor keuangan yang turun 0,5% diikuti saham sektor industri dasar dan sektor perkebunan yang tertekan 0,2%.

Saham yang menguat seperti saham PURE naik 8,1% ke Rp292, saham SQMI naik 7,3% ke Rp292. Saham SMBR menguat 5,5% ke Rp496, saham MAMI menguat 4,08% ke Rp306.

Sementara saham yang melemah seperti saham ENVY turun 19,3% ke Rp710, saham AMRY melemah 12,07% ke Rp51, saham SKYB turun 9,4% ke Rp77, saham ESIP turun 6,9% ke Rp600.

Menurut analis saham Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, secara teknikal IHSG kembali bergerak dibawah moveing average 5 hari dan dikisaran lower bollinger bands. Indikator Stochastic terkonsolidasi negatif dengan RSI yang kehilangan momentum bullish untuk jangka pendek.

Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung terkonsolidasi pada support resistance 6.100-6.180 diperdagangan selanjutnya dengan percobaan kembali berada diatas MA5 sebagai konfirmasi penguatan lanjutan. "Saham-saham yang masih menarik secara teknikal di antaranya TBLA, WTON, ASII, IMAS, INDY, MEDC, INCO, BBTN, BBNI, seperti mengutip hasil risetnya.

IHSG pada penutupan Kamis kemarin berakhirf melemah 37,74 poin atau 0,6% ke level 6.117,36 menemani pelemahan mayoritas bursa saham Asia. Indeks sektor industri dasar (-2,15%) dan Konsumer (-1,04%) melemah signifikan.

Keputusan Bank Indonesia pada kebijakan suku bunga yang ditahan dilevel 5% dan memotong GWM perbankan menjadi 5,5% untuk bank Umum dan 4% untuk pemberian pinjaman Syariah guna meningkatkan likuiditas dan mendukung pertumbuhan tidak mendorong pergerakan IHSG lebih optimis hingga akhir sesi perdagangan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp404,48 miliar.

Komentar

Embed Widget
x