Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 15:43 WIB

China Bisa Segera Luncurkan Uang Digital

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 13 November 2019 | 00:15 WIB
China Bisa Segera Luncurkan Uang Digital
facebook twitter

INILAHCOM, Singapura - China dapat mulai meluncurkan mata uang digitalnya sedini dua hingga tiga bulan ke depan, meramalkan mitra pengelola sebuah perusahaan investasi yang didukung oleh Foxconn Technology Group.

China telah mengembangkan kerangka kerja yang disebut Pembayaran Elektronik Mata Uang Digital atau DCEP, menurut Jack Lee, mitra pengelola HCM Capital. Itu akan memungkinkan bank sentral untuk mengeluarkan mata uang digital ke bank umum dan jaringan pembayaran pihak ketiga oleh Alipay dan WeChat Pay, jelasnya.

"Jadi, mereka sudah memiliki semua sistem dan jaringan siap. Saya pikir Anda akan segera melihatnya, mungkin dalam dua hingga tiga bulan ke depan," kata Lee di Singapore FinTech Festival, Senin (11/11/2019).

Dia mengatakan peluncuran itu bisa dimulai sebagai percobaan - bukan untuk menggantikan uang fisik sepenuhnya.

HCM Capital telah berinvestasi dalam sejumlah start-up blockchain, menurut Reuters. Ini didukung oleh pabrikan elektronik Taiwan Foxconn, yang juga berinvestasi dalam Vision Fund senilai 100 miliar dolar perusahaan SoftBank Jepang, kata Reuters.

Beberapa ahli telah memperingatkan bahwa mata uang virtual dapat meningkatkan risiko penipuan, terutama pencucian uang dan pendanaan terorisme. Tetapi banyak pemerintah belum menemukan cara untuk mengatur ruang.

Daniela Stoffel, sekretaris negara Swiss untuk keuangan internasional, mengatakan peluncuran mata uang digital China yang diharapkan dapat mendorong pihak berwenang di seluruh dunia untuk memutuskan bagaimana mereka ingin menggunakan dan mengatur teknologi tersebut.

"Jika pemerintah sekarang menyadari bahwa ini sekarang benar-benar benar-benar terjadi, dan pertanyaan serta tantangan yang tersirat dalam e-currency sekarang nyata, saya harap ini akan memberikan momentum lebih lanjut untuk pengambilan keputusan secara global," kata Stoffel seperti mengutip cnbc.com.

Selain regulasi, potensi kenaikan mata uang digital akan menimbulkan pertanyaan tentang peran mata uang nasional dan bank sentral. "Sesuatu yang juga harus dibahas secara internasional," kata Stoffel di Singapore FinTech Festival.

China bukan satu-satunya negara yang telah melihat mengeluarkan mata uang digital. Di Swiss, Bank Nasional Swiss mengatakan bulan lalu pihaknya bekerja dengan bursa efek negara untuk memeriksa kemungkinan penggunaan mata uang tersebut dalam perdagangan.

Komentar

Embed Widget
x