Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 15:43 WIB

IHSG Bisa Manfaatkan Peluang Bangkit

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 12 November 2019 | 07:01 WIB
IHSG Bisa Manfaatkan Peluang Bangkit
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal kembali menguji support lower bollinger bands dan -2 Standart Deviasi regresi trend bearish jangka pendek yang berada di kisaran 6.120.

Menurut analis saham Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, indikator Stochastic terkonsolidasi pada area dekat oversold dengan momentum RSI yang cukup rendah bergerak mulai menjenuh. Retracement Fibonacci dari Wave sebelumnya IHSG memiliki FR61.8% di level 6.124 dimana level ini telah disentuh dan berpeluang berbalik menguat atau rebound.

"Optimisme trader akan cenderung kuat apabila tidak break out dilevel FR61.8% tersebut dengan rentang pergerakan menguat dilevel 6.124-6.210. Saham-saham yang secara teknikal cukup menarik diantaranya; TBLA, SIMP, UNVR, ICBP, BNGA, BBRI, IMJS, BMRI, TLKM, ASRI, TOTL, PWON," demikian mengutip hasil risetnya, Senin (11/11/2019).

IHSG (-0.47%) pada penutupan kemarin, melemah 0,4% atau 29,25 poin ke level 6.148,74 dengan sektor pertambangan (-2,84%), Infrastruktur (-0,85%) dan Industri Dasar (-0,82%) memimpin pelemahan sektoral sedangkan sektor Pertanian (+1,28%) dan Aneka Industri (+0,22%) yang menguat cukup optimis tidak mampu mengerek IHSG lebih kuat lagi ke zona positif.

Turunnya harga tambang logam mendasari pelemahan dimana INCO (-3,37%) setelah pemerintah merilis 9 perusahaan yang mendapatkan izin lanjutkan ekspor biji Nikel. Sentimen positif menerpa sektor pertanian setelah B20 dianggap berhasil dan akan dilanjutkan untuk B30 di bulan Januari 2020.

Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih sebesar Rp524,76 miliar rupiah dengan saham BBRI, BBCA dan TLKM yang menjadi top net sell value.

Sementara di bursa saham AS, Dow Jones Industrial Average berakhir sedikit lebih tinggi, menghapus defisit 163 poin. Rata-rata 30-saham mengakhiri hari naik 10,25 poin, atau 0,04% pada 27.691,49, mencetak rekor tertinggi baru penutupan.

Tetapi sisa pasar berakhir lebih rendah di tengah kekhawatiran perdagangan AS-China yang masih berlangsung sementara protes di Hong Kong meningkat.

S&P 500 tergelincir 0,2% menjadi 3.087,01, menghentikan kenaikan beruntun tiga hari, dipimpin lebih rendah oleh sektor utilitas dan energi. Nasdaq Composite turun 0,1% menjadi ditutup pada 8.464,28.


Komentar

Embed Widget
x