Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 20:08 WIB

Surya Semesta Investama Turunkan Rugi Jadi Rp8,1 M

Kamis, 7 November 2019 | 14:03 WIB
Surya Semesta Investama Turunkan Rugi Jadi Rp8,1 M
(riset)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Surya Semesta Investama Tbk (SSIA) mampu mengurangi kerugian menjadi Rp8,118 miliar per 30 September dari Rp65,604 miliar pada periode yang sama tahun 2018.

Hal ini seiring dengan kenaikan pendapatan menjadi Rp2,768 triliun dari Rp2,658 triliun. Peningkatan pendapatan ini mendapat dukungan dari segmen properti dan konstruksi yang meningkat masing-masing sebesar 18,8% dan 2,9%.

Sementara itu, pendapatan segmen bisnis perhotelan SSIA meningkat sekitar 1,3%. Pada akhir tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan meningkat 10% dari capaian tahun sebelumnya sekitar Rp3,681 triliun dan laba bersih juga melonjak 3 kali lipat dari tahun lalu yang tercatat Rp37,7 miliar.

EBITDA perusahaan sepanjang periode yang berakhir September ini mencapai Rp291,4 miliar atau 32,9% lebih tinggi dari kurun waktu serupa tahun lalu Rp219,4 miliar.

Sementara untuk posisi kas perusahaan berada di level Rp1,569 triliun atau 41,5% lebih tinggi dibandingkan posisi semester I 2019 sebesar Rp1,109 triliun.

Total aset perseroan selama sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp8,083 triliun, dengan liabilitas dan ekuitas masing-masing Rp3,729 triliun dan Rp4,354 triliun.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) didirikan tanggal 15 Juni 1971 dengan nama PT Multi Investments Ltd dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Surya Semesta Internusa Tbk, antara lain PT Arman Investments Utama (9,55%), PT Union Sampoerna (8,75%), PT Persada Capital Investama (7,85%) dan HSBC-FUND Sevices, Lynas Asia Fund (6,87%). Saham publik sebesar 70,7%.

Kegiatan usagha SSIA terutama adalah berusaha dalam bidang industri, perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain.

Kegiatan usaha utama SSIA adalah melakukan penyertaan dan memberikan jasa manajemen serta pelatihan pada anak usaha yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estate, jasa konstruksi, perhotelan dan lain-lain.

SSIA memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yaitu Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA).

Pada tanggal 05 Maret 1997, SSIA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SSIA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 135.000.000 dengan nilai nominal Rp500 per saham dengan harga penawaran Rp975 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Maret 1997. [tar]

Komentar

x