Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 19:37 WIB

Bagaimana IHSG Hari Ini?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 6 November 2019 | 06:33 WIB
Bagaimana IHSG Hari Ini?
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Secara teknikal IHSG rebound tepat pada level support lower bollinger bands dan Moving Average 20 hari. Potensi membentuk pola flag pattern dengan target konfirmasi diatas level 6.280 dan target MA200 dilevel 6.320 serta target flag pattern di kisaran 6.435.

"Indikator Stochastic golden-cross pada area oversold dan RSI bergerak mencoba bullish reversal momentum pada area jenuh jual memberikan signal positif pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.213-6.320," demikian hasil riset analis saham dari Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, Selasa (5/11/2019).

Saham-saham yang menarik secara teknikal diantaranya; WSBP, CPIN, JPFA, BRPT, HOKI, BBNI, BBTN, BMRI, PGAS, SRIL, PTBA, INDY, MEDC, ANTM, INCO, WSKT, ASRI, CTRA, SMRA, LPPF, ERAA.

Sementara pada penutupan Selasa kemarin, IHSG berakhir naik 1,36% atau 83,81 poin ke level 6.264.15 dengan indeks sektor pertanian (+1,98%) dan Aneka Industri (+1,96%) menguat signifikan. Data pertumbuhan GDP naik di atas ekspektasi meskipun melambat. GDP kuartal ketiga 2019 rilis dilevel 5,02% lebih tinggi dari ekspektasi di level 5,01% menjadi katalis utama penggerak IHSG hingga akhir sesi perdagangan.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp56,41 miliar rupiah meskipun rupiah menguat 0,32% ke level Rp13.969 per US$.

Sementara pada penutupan bursa saham AS perdagangan Selasa, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik sedikit ke rekor baru. Indeks terangkat oleh data ekonomi yang kuat dan perkembangan baru antara AS dan China pada perdagangan.

Indeks 30-saham naik sekitar 30,52 poin, atau 0,1%, ke rekor penutupan tertinggi baru 27.492,63 pada hari ketiga berturut-turut yang positif. Nasdaq Composite sedikit berubah pada 8.434,68, terbebani oleh kerugian 1,6% pada saham Netflix.

Namun S&P 500 turun 0,1% menjadi 3.074,67, karena kinerja yang buruk di sektor real estat dan utilitas membatasi kenaikan di pasar luas.

Komentar

Embed Widget
x