Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 15:49 WIB

Laba PT Bumi Resources Turun Jadi US$76,07 Juta

Selasa, 5 November 2019 | 09:01 WIB
Laba PT Bumi Resources Turun Jadi US$76,07 Juta
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan laba menjadi US$76,070 juta per 30 September tahun ini dari perioide yang sama tahun 2018 sebesar US$205,269 juta.

"Kondisi ekonomi dan sektor global yang kurang mendukung - yang mengakibatkan berlanjutnya ketidakseimbangan dalam pasokan/permintaan batubara dan harga yang lebih rendah," kata Direktur Dileep Srivastava dalam keterangannya Senin (4/11/2019).

Selain itu, penurunan laba disebabkan oleh rendahnya pendapatan perusahaan sekitar 7% menjadi US$3,413 miliar dari US$3,676 miliar. Beban pokok pendapatan juga meningkat sekitar 4% dari US$2,693 miliar menjadi US$2,796 miliar.

Kendati demikian, perseroan mampu menorehkan pertumbuhan volume penjualan sebesar 5% menjadi 63,1 metrik ton per akhir September tahun ini dibandingkan periode serupa tahun lalu sekitar 60 metrik ton. Al hasil, penjualan KPC naik 12% mencapai 45,5 metrik ton, namun penjualan Arutmin turun 9% menjadi sebesar 17,6 metrik ton.

Selanjutnya, realisasi harga turun 11% ke level US$52,6 per ton dari US$59,4 per ton, lantaran kondisi ekonomi dan sektor industri batubara.

"Namun, harga pokok penjualan meningkat sebesar 4%, namun demikian biaya operasional relatif stabil," ujarnya.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) didirikan 26 Juni 1973 dengan nama PT Bumi Modern dan mulai beroperasi secara komersial pada 17 Desember 1979.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bumi Resources Tbk, yaitu: PT Samuel International (43,59%) dan Credit Suisse AG SG Branch S/A CSAGSING-LHHL (LHHL-130M)-2023334064 (12,97%). Saham publik sebesar 77,3%.

Pada saat didirikan BUMI bergerak industri perhotelan dan pariwisata. Kemudian pada tahun 1998, bidang usaha BUMI diubah menjadi industri minyak, gas alam dan pertambangan

Kegiatan bisnis BUMI meliputi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak, gas bumi serta mineral. Saat ini, BUMI merupakan induk usaha dari anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan.

BUMI memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS).

Pada tanggal 18 Juli 1990, BUMI memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BUMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga penawaran Rp4.500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1990.

Saham BUMI pada penutupan kemarin di Rp82 per saham dari pembukaan di Rp84 per saham. [tar]

Komentar

x