Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 20:52 WIB

IHSG Mulai Kurangi Risiko Pelemahan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 1 November 2019 | 07:01 WIB
IHSG Mulai Kurangi Risiko Pelemahan
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Keberhasilan IHSG untuk menutup akhir bulan Oktober diatas 6.200 merupakan indikasi bahwa risiko untuk terjadi penurunan lebih lanjut ke 6.020 di bulan November cukup minim.

Menurut analis senior KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, walaupun sempat terkoreksi, secara teknikal kami melihat arah pasar lebih cenderung untuk naik menguji resistance atas di 6.300-6.350-6.400.

Support: 6.200-6.150-6.100-6.020-5.989-5.920, Resistance di kisaran 6.300-6.350-6.400-6.470-6.520-6.590.

IHSG mengakhiri bulan Oktober di atas 6.200. IHSG pada penutupan perdagangan Kamis (31/10/2019) tergelincir 1,07% ke 6.228,317 dari pembukaan di 6.290,56. Volume perdagangan mencapai 22,7 miliar saham senilai Rp11,7 triliun sebanyak 574.991 kali transaksi.

Indeks bergerak seiring dengan 282 saham melemah, 153 saham menguat dan 136 saham belum berubah. Angka net foreign sell kian meningkat pada penutupan sore ini, mencapai Rp672,1 miliar.

Sementara saham yang layak dicermati antara lain ADRO, SMRA, INCO, BMRI). Saham PT Adaro Energy (ADRO) dengan target profit takingdi kisaran Rp.1.350-1.450). Sedangkan peluang masuk di Rp1.280, dan Rp1.220 serta untuk Cut loss point Rp1.180.

Untuk saham Summarecon (SMRA) dengan target profit taking di kisaran Rp1.185-1.285. Untuk harga masuk di Rp1.110, dan Rp1.050 dan untuk Cut loss point di Rp.1.010.

Sementara saham Vale International (INCO) dengan target profit taking di Rp3.850-3.950 dengan harga masuk di Rp3.670 dan Rp3.620 dan target Cut loss di Rp3.570

Untuk saham Bank Mandiri (BMRI) dengan target profit taking di kisaran Rp.7.250-7.350. Untuk harga masuk di Rp6.925 dan Rp.6.825 dan target Cut loss Rp.6.725.

Komentar

Embed Widget
x