Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 09:37 WIB

Bank Mantap Incar Rp1 Triliun dalam PUB Tahap 1

Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:01 WIB
Bank Mantap Incar Rp1 Triliun dalam PUB Tahap 1
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap akan menerbitkan obligasi dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap 1 dengan target indikatif Rp1 triliun sebagai upaya mendiversifikasi sekaligus memperbaiki struktur pendanaan bank dalam jangka panjang.

Obligasi yang merupakan bagian dari rencana PUB sebesar Rp4 triliun hingga 2022 menawarkan kupon yang berkisar 7,90% - 8,35%. Untuk komposisi rate dalam struktur PUB tahap 1 tersebut mengacu penawaran yang masukdari investor.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan aksi korporasi ini merupakan inisiatif perseroan untuk mendukung kesinambungan bisnis ke depan serta mengantisipasi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

"Obligasitersebutdibagimenjadiduaseri, yaitu Seri A dengan tenor 3 tahun dan Seri B dengan tenor 5 tahun. Seri A ditawarkan dengantingkat kupon sebesar 7,90% hingga 8,10% dan Seri B ditawarkan dengan tingkat kupon sebesar 8,10% hingga 8,35% per tahun, serta kupon dibayarkan setiap triwulan," ungkap Jos dalam paparan publik atas PUB Tahap I tersebut di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Disaat yang sama SEVP Finance, Retail & Digital Banking Bank MantapFajar Ari Setiawan menuturkan, dalam rangka penerbitan obligasi ini, perseroan telah memperoleh hasil rating atas obligasi oleh PT Fitch Rating Indonesia dengan peringkat AA dan perusahaan yang menjadi penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi adalah PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas.

"Masa penawaran awalobligasi (book building) tahap I akan dilakukan pada 23 Oktober hingga 6 November 2019. Selanjutnya, distribusi obligasi secara elektronik direncanakan akan dilakukan pada tanggal 26 November 2019 dengan target pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 27 November 2019," tuturFajar.

Fajar menambahkan, Bank Mantap mencari likuiditas di pasar modal karena pertumbuhan kredit yang ekspansif. Pada akhir bulanAgustus 2019 kredit yang diberikan mencapai Rp18,69 triliun, tumbuh 34,6% dari periode tahun lalu. Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK menyebabkan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to funding ratio (LFR) mencapai 93,38% per tanggal 31 Agustus 2019.

Diharapkan dengan terbitnya obligasi tahap 1 ini dapat menekan rasio LFR dengan proyeksi akhir tahun 2019 di angka 90,50%.

Bank Mantap merupakan bentuk sinergiuntuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan akhir bulan Agustus 2019 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp24,55 triliun atau tumbuh sekitar 41,7%, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp18,37 triliun atau tumbuh sampai dengan 40,5%, untuk penyaluran kredit berkisar Rp18,69 triliun atau meningkat sampai 34,6%, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesarRp17,32 triliun dengan persentase tumbuh 41,3%.

Sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 270,7 miliar atau naik sampai dengan 19,6% dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 318 jaringan yang tersebar di 34 provinsi.

Susunan pengurus perseroan sebagai berikut :

Dewan Komisaris :

1. Komisaris Utama : Abdul Rachman
2. Komisaris : Agus Haryanto
3. KomisarisIndependen : Edhi Chrystanto
4. KomisarisIndependen : SukoriyantoSaputro
5. KomisarisIndependen : ZudanArifFakrulloh

Direksi :

1. Direktur Utama : Josephus K. Triprakoso
2. Direktur : Paulus E. Suyatna
3. Direktur : NurkholisWahyudi
4. Direktur : IwanSoeroto.[jat]

Komentar

x