Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 10:15 WIB

Kabinet Kerja Jilid II

Dari Mana Jokowi Gerakkan Ekonomi?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 22 Oktober 2019 | 14:01 WIB
Dari Mana Jokowi Gerakkan Ekonomi?
Presiden Joko Widodo - (Foto: Inilahcom/Didik)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Joko Widodo mulai lihai menarik simpati publik sejak menjadi Wali Kota Surakarta. Saat itu, Jokowi menggerakkan ekonomi masyarakat dengan merevitalisasi pasar.

Sebenarnya Jokowi bukan sepenuhnya membangun pasar itu dari nol. Sebab pasar itu, sebenarnya sudah ada sejak dulu. Jokowi hanya merevitalisasi pasar tersebut, membangun pasar tersebut supaya lebih rapi, bersih, sehingga konsumen atau pembeli lebih mau datang ke pasar.

"Jika pembeli datang, uang berputar, jika uang berputar, ekonomi berputar juga. Keberhasilan itu yang membuat orang kemudian tertarik kepada Jokowi. Memutar roda ekonomi melalui pasar, itulah inti dari Jokowinomics," kata analis pasar saham, Satrio Utomo Purnomo, seperti mengutip dari account facebooknya.

Namun sayang, saat berada di level nasional dengan menjadi presiden, stragegi menggerakkan ekonomi dari pasar. Kebutuhan akan stabilisasi harga secara nasional, ternyata membuat Jokowi memilih jalan impor beberapa komoditas. Tujuannya untuk memenuhi ketersediaan barang.

"Pembeli retail (yang merupakan konsumen utama dari pasar), sekarang berhasil 'dihilangkan duitnya' dengan mengenakan beban ini itu, menaikkan harga ini itu," katanya.

Pembangunan infrastruktur yang menjadi unggulannya saat penerimaan negara rendah dan pendapatan daerah juga mengalami penurunan. Akhirnya yang penting pembangunan berjalan dan menjadi utang. Di situ kemudian menjadi 'candu utang' yang meningkat tajam."

Rakyat Indonesia saat ini memerlukan infrastruktur, mulai dari jalan tol, jalan kereta api, pelabuhan. "Rakyat butuh semua itu. Tapi, apakah benar semua harus berlangsung seperti sekarang?"

Dampak lebih fokus terhadap infrastruktur maka saat ini, Pasar Rakyat menjadi mati, karena tidak ada lagi uang dan barang produksi masyarakat yang dipertukarkan.

Walaupun saat ini, transaksi dan jual beli masyarakat mulai bergeser ke online. Tetapi seharusnya tidak melupakan pasar rakyat untuk pelosok negeri yang tidak dalam jangkauan pasar online.

"Berapa persen sih sebenarnya yang sudah pindah? Apa iya sudah semuanya? Apa iya jangkauan dari Pasar Online sudah sampai ke tempat-tempat terpencil di Indonesia?"

Komentar

Embed Widget
x