Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 22:04 WIB

PT Putra Rajawali Incar Rp195 M dengan IPO

Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:01 WIB
PT Putra Rajawali Incar Rp195 M dengan IPO
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) rencananya akan melepas sahamnya melalui skema pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan jasa transportasi darat ini, mengincar dana Rp195 miliar dengan melepas 33,95 persen saham. Saat ini perseroan telah mengadakan mini expose dengan Bursa Efek Indonesia pada pekan lalu. Selain iti, Perusahaan juga akan memberikan waran secara cuma-cuma saat IPO.

Dana tIPO akan digunakan untuk pembelian 138 unit truk baru dan 67 unit truk bekas dan aksesorisnya serta modal kerja.

Untuk memuluskan aksi korporasinya, perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin emisi efek atau underwriter.

Nantinya bila telah mendapatkan pernyataan praefektif, penawaran awal atau book bulding ditargetkan berlangsung pada bulan depan, sedangkan pencatatan saham di BEI diperkirakan pada Desember 2019.

Direktur Utama Pura Trans Ariel Wibisono, menjelaskan bahwa prospek jasa transportasi darat berbasis jalan masih sangat menjanjikan. Apalagi ditopang dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar.

Dalam beberapa tahun ke depan, populasi angkutan barang nasional diprediksi tumbuh 50 persen per tahun.

"Hal ini mendorong Pura Trans masuk pasar modal untuk mendapatkan pendanaan ekspansi," ujarnya dalam siaran pers, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, skema IPO akan memperkuat struktur permodalan perusahaan sehingga perusahaan bisa menambah unit untuk mempertahankan dominasinya di bisnis jasa pengurusan transportasi darat berbasis truk. Perusahaan juga berniat memperkuat jasa angkutan multimoda dengan menggandeng perusahaan pelayaran.

Langkah ini sekaligus memperluas jangkauan pengiriman barang perusahaan dari Jawa dan Sumatra, meluas ke Kalimantan. Rencana tersebut membutuhkan modal yang kuat dengan pendanaan ang murah. Oleh karena itu, pihaknya lebih memilih IPO ketimbang pinjaman perbankan.

Setelah IPO, Ariel menyampaikan aset perusahaan akan bertambah dan membuka peluang untuk investor baru masuk. Nilai perusahaan juga akan meningkat, kepatuhan terhadap hukum dan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG bakal terlaksana.

Pengelolaan perusahaan ke depan juga akan transparan dengan status sebagai perusahaan terbuka. Ini juga akan meningkatkan citra perusahaan di mata klien. Ini juga akan paralel dengan layanan dan ketersediaan armada milik perusahaan yang memadai.

Akhir tahun menurutnya merupakan momentum tepat untuk menggelar IPO saham. Apalagi dengan pelantikan presiden dan kabinet baru yang telah diumumkan, diperkirakan pasar saham akan mengalami lonjakan positif.

"Pasar saham kini masih konsolidasi, karena menantikan pelantikan dan pengumuman kabinet. Saya kira begitu politik stabil, indeks saham bakal naik," tuturnya.

Saat ini Pura Trans memiliki total armada sebanyak 155 unit truk Hino dengan jangkauan operasi di Jawa dan Sumatra. Perusahaan ini melayani dua segmen pengiriman barang yakni proyek pembangunan dan distribusi komoditas barang jadi. Di segmen proyek pembangunan Pura Trans mengangkut material bahan bangunan mulai asbes, batu bata ringan hingga semen putih.

Adapun untuk komoditas yang diangkut antara lain pupuk, minyak goreng, keramik dan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Saat ini Pura Trans memiliki klien seperti PT Smart Tbk, PT Bakrie Building, PT Platinum Ceramics Industry, dan PT Kreasi Mas Indah.

"Semua order yang kami terima adalah penunjukan langsung. Ini karena kami menjanjikan pengiriman yang tepat, cepat dan andal. Semua armada kami prima dan siap mendistribusikan barang dengan cepat," jelasnya. [nes]

Komentar

Embed Widget
x