Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 21:59 WIB

PT Warna Bhuana Investama Tawarkan SBI-JP Rp500 M

Senin, 21 Oktober 2019 | 06:33 WIB
PT Warna Bhuana Investama Tawarkan SBI-JP Rp500 M
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Untuk mendukung bisnis ekspor, PT Warna Bhuana Investama akan menerbitkan Surat Berharga Investasi-Jangka Pendek (SBI-JP) senilai Rp500 miliar dengan tingkat bunga yang ditawarkan mencapai 11 persen.

CEO Warna Bhuana Investama, Setyo Wisnu Broto mengatakan, nilai penerbitan SBI-JP oleh Warna Bhuana Investama tersebut sebanyak-banyaknya Rp500 miliar dengan tingkat bunga 11 persen dengan jangka waktu 360 hari.

"Penerbitan SBI-JP ini menggandeng Ascort Asia Group selaku konsultan independen dalam penerbitan dan pendistribusian SBI ke calon investor ritel," ujarnya, Minggu (20/10/2019).

Selain itu, kata Setyo, Warna Bhuana Investama juga bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) selaku Agen Fasilitas, Agen Pemegang Jaminan dan Agen Pembayaran SBI-JP.

Menurutnya, sebesar 65 persen dari dana hasil penerbitan SBI-JP akan digunakan untuk modal kerja, sebesar 25 persen akan dimanfaatkan untuk investasi pengadaan mesin berteknologi digital.

"Sisanya sebesar 10 persen akan digunakan untuk membayar utang," ucapnya.

Warna Bhuana Investama merupakan perusahaan di bidang pengolahan kayu dan studio perfilman melalui anak usahanya, yaitu PT Rimba Sentosa Persada (RSP) dan PT Mitra Andalas Visual (MAV).

Menghadapi permintaan pasokan ekspor yang terus meningkat, Warna Bhuana Investama berencana melakukan ekspansi usaha dengan menambah produksi pengolahan kayu.

"Kami yakin ekspansi melalui peningkatan ekspor produk pengolahan kayu dapat membantu menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia," ujar Setyo.

Setyo menambahkan, RSP memproduksi furnitur berbahan dasar kayu dan bangunan material kayu yang memiliki pabrik furnitur berkapasitas 500 m3 per bulan dan pabrik bahan material berkapasitas 5.000 m3 per bulan di Jawa Tengah.

"Produk RSP telah diekspor ke Perancis, Denmark, Jerman, Swedia, Timur tengah, Taiwan, Singapura dan Jepang," ucap Setyo.

Sementara itu, MAV bergerak di bisnis studio perfilman yang berdiri sejak 2007 dengan proyek pertamanya film dokumenter seperti Indonesia Exploride dan TOQUE 12.

"Saat ini, studio perfilman MAV menjadi integrated production house pertama yang mengembangkan produk konten film panjang dan film serial berformat 4K," imbuhnya.

"Pada bisnis perfilman, kami akan terus mengembangkan konten digital kreatif, yaitu 360? Sinema 45," jelasnya. [nes]

Komentar

Embed Widget
x