Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 21:21 WIB

PT Dharma Satya Raih Kredit dari BCA Rp624 Miliar

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 18 Oktober 2019 | 00:15 WIB
PT Dharma Satya Raih Kredit dari BCA Rp624 Miliar
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mendapatkan dana segar pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp624 miliar untuk jangka waktu 10 tahun.

Perseroan merencanakan, dana hasil pinjaman akan digunakan untuk berinvestasi pada perseroan dan anak perusahaan. Selain itu, dana pinjaman akan dipakai untuk menambah kapasitas operasional salah satu pabrik di Kalimantan Timur. Demikian mengutip keterangan resmi perseroan kemarin.

Perseroan memiliki dua pabrik pengolahan kelapa sawit di Bima Palma dengan masing-masing kapasitas 30 ton per jam. Salah satu dari pabrik tersebut akan dinaikkan menjadi 60 ton per jam. Dengan begitu total pengolahan yang diincar oleh perseroan mencapai 570 ton per jam.

Dengan demikian, pinjaman akan berdampak terhdap kegiatan operasioanal. Sebab dapat menunjang pembiayaan untuk pengembangan usaha perseroan. Pinjaman tersebut juga menambah ketersediaan dana dan mendukung kelangsungan usaha perseroan.

Perseroan sudah menambah kapasitas produksi bakal berjalan mulus seiring dengan rampungnya pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) ke-10 di Kalimantan Barat (Kalbar). Senior Region Head Area II DSNG, Mukhlis Amiruddin pernah mengatakan, PKS itu merupakan PKS pertama di Kalimantan Barat.

Saat ini 8 PKS DSNG berada di Kalimantan Timur dan 1 PKS di Kalimantan Tengah. Selain itu, lanjutnya, perseroan juga memiliki 1 kernel crushing plant dengan kapasitas 300 ton per hari.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) didirikan tanggal 29 September 1980 dan memulai kegiatan komersial pada bulan April 1985.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Dharma Satya Nusantara Tbk, yaitu: PT Triputra Investindo Arya (25,05%), PT Krishna Kapital Investama (14,63%), PT Mitra Aneka Guna (8,15%), PT Tri Nur Cakrawala (7,20%), Andrianto Oetomo (5,43%) dan Arianto Oetomo (5,43%). Saham publik sebesar 33,2%.

Ruang lingkup kegiatan DSNG bergerak di bidang industri perkayuan terpadu (komersial tahun 1985), industri agro, industri tanaman perkebunan (komersial tahun 2001) dan pengolahan kelapa sawit (komersial tahun 2002).

Pada tanggal 04 Juni 2013, DSNG memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham DSNG (IPO) kepada masyarakat sebanyak 275.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp1.850 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Juni 2013.

Komentar

x