Find and Follow Us

Rabu, 11 Desember 2019 | 05:21 WIB

MCOR Segera Tawarkan 32 Miliar Saham Baru

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 17 Oktober 2019 | 13:33 WIB
MCOR Segera Tawarkan 32 Miliar Saham Baru
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) menawarkan saham baru maksimal 32 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan 65,8%.

Setiap pemegang saham lapa yang tercatat dalam DPS perseroan pada 9 Desember 2019 berhak membeli saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (17/10/2019).

China Construction Bank Corporation (CCB COrporation adalah pemegang saham utama perseroan. CCB Corporation memiliki saham 9,9 miliar yang menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya sesua dengan porsi kepemilikannya.

Sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham atau pemegang HMETD dalam PUT V ini maka PT Sinar Mas Multiartha Tbk akan bertindak sebagai pembeli siaga dan mengambil seluruh sisa saham baru tersebut.

Namun perseroan belum menetapkan harga pelaksanan dari PUT V ini. Perseroan menetapkan periode perdagangan HMETD pada 11-18 Desember 2019. Sedangkan tanggal pencatatan efek di BEI pada 11 Desember 2019.

Saat ini para pemegan saham perseroan antara lain CCB Corporaton sebesar 60%, Johnny Wiraatmadja sebesar 21,32%, Kiki Hamidjaja sebesar 5,2% dan saham publik sebesar 13,4%.

PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) (dahulu Bank Windu Kentjana International Tbk) (MCOR) didirikan 02 April 1974 dengan nama PT Multinational Finance Corporation dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974.

MCOR beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain: PT Multinational Finance Corporation, 1974. Bank Multicor Tbk, 1993. Bank Windu Kentjana International Tbk, 2008. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk, per 29 Desember 2016.

Pada awal didirikan, Bank Windu adalah Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan merupakan suatu konsorsium (joint venture) dari bank domestik dengan bank-bank internasional yaitu Royal Bank Of Scotland, BCA, LTCB Japan, Jardine Fleming, Chemical Bank dan Asia Insurance.

Pada tahun 1993 statusnya menjadi Bank dengan nama Bank Multicor. Kemudian pada tanggal 8 Januari 2008 terjadi merger antara Bank Multicor Tbk dan PT Bank Windu Kentjana menjadi Bank Windu Kentjana International Tbk atau dikenal sebagai Bank Windu.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham CCB Indonesia, yaitu: China Construction Bank Corporation (pengendali) (60,00%), UBS AG Singapore S/A Johnny Wiraatmadja (20,55%) dan UBS AG Singapore Non Treaty Omnibus (Johnny Wiraatmadja) (5,12%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan MCOR adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan (Bank devisa swasta nasional).

Pada tanggal 20 Juni 2007, MCOR memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MCOR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 300.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp200,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 03 Juli 2007.

Komentar

Embed Widget
x