Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 09:28 WIB

Resmi IPO, Saham IRRA Diminati Investor

Selasa, 15 Oktober 2019 | 15:32 WIB
Resmi IPO, Saham IRRA Diminati Investor
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Itama Ranoraya Tbk (Perseroan) resmi mencatatkan sahamnya pada papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham 'IRRA'.

Dengan tercatatnya saham PT Itama Ranoraya Tbk di Bursa Efek Indonesia, Perseroan menjadi perusahaan ke-41 yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini.

Dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini, IRRA melepas 400 juta lembar saham dengan harga Rp374 per saham. Sehingga, IRRA meraup dana segar sebesar Rp149,6 miliar dalam IPO kali ini.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya, Teten W Setiawan mengatakan, dana yang diperoleh
dari hasil IPO ini sekitar 60% akan digunakan untuk mengembangkan jaringan kantor cabang secara bertahap dengan fasiltas dan sumber daya manusia pendukungnya di beberapa kota di Indonesia. Sisanya sekitar 40% akan digunakan untuk modal kerja.

"Harapannya ke depan, pembukaan kantor cabang di beberapa kota di Indonesia dapat terealisasi secara bertahap jika hal ini dinilai menguntungkan daripada menunjuk sub-distributor, mengingat potensi pasar produk perusahaan saat ini di berbagai wilayah masih cukup luas," katanya dalam keterangan persnya yang di terima, Selasa (15/10/2019)

Teten berharap dengan dicatatkannya saham Itama Ranoraya dengan kode IRRA ini, akan
memberikan dorongan untuk pengembangan usaha secara maksimal sehingga saham IRRA akan menjadi pilihan investasi terbaik bagi para investor.

"Manajemen sangat sadar bahwa dengan dicatatkannya PT Itama Ranoraya sebagai public
company, maka penerapan prinsip tata kelola perusahaan atau good corporate governance
(GCG) secara professional menjadi satu keniscayaan, untuk merespons positif kepentingan
para stakeholders," lanjut Teten.

Dalam IPO ini Perseroan telah menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Mukti Wibowo Kamihadi selaku Direktur Invesment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, kisaran harga penawaran awal sekitar Rp315-Rp375 per saham mencerminkan proyeksi price earning ratio (PER) pada level 10,94 kali-13,03 pada 2020.

Menurutnya, level PER itu cukup menarik dibandingkan dengan PER industri distribusi alat kesehatan di tingkat regional rata-rata 16 kali. "PER cukup menarik ke depan. Ini memberikan ruang cukup bagi investor untuk mendapatkan keuntungan," katanya.[jat]

Komentar

x