Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 21:28 WIB

IHSG Bisa Lanjutkan Penguatan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 14 Oktober 2019 | 00:15 WIB
IHSG Bisa Lanjutkan Penguatan
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - IHSG berpotensi melanjutkan rebound pada pekan ini, didorong oleh sentimen positif tercapainya kesepakatan dagang antara AS-China.

Menurut praktisi pasar modal, Stefans Mulyadi Handoko, secara teknikal, keberhasilan IHSG bertahan di level psikologis 6.000 dan mampu menguat melewati resistance level 6.085. Ini, membuka peluang berlanjutnya teknikal rebound. Indikator teknikal Stochastic mulai bergerak naik, sedangkan MACD berpeluang terjadi golden cross.

"Dari indikator teknikal tersebut mengindikasikan bahwa IHSG mulai mengalami reversal pembalikan arah, sehingga rebound IHSG dimungkinkan akan berlanjut dengan menguji area resistance dikisaran 6.195-6.230 pada pekan ini. Apabila mampu melewati 6.230, IHSG berpeluang menguji area garis MA 200 nya dan menutup gap atas di kisaran 6.282-6.318. Sementara level psikologis 6.000 masih akan menjadi support bagi IHSG untuk minggu ini," katanya seperti mengutip dari hasil risetnya, Minggu (13/10/2019).

Meski AS dan China telah mencapai kesepakatan dagang fase pertama, namun pelaku pasar disarankan untuk tetap bersikap hati-hati dalam merespon kabar tersebut. Mengingat sebelumnya pernah dalam situasi yang sama, ketika perjanjian perdagangan AS-China yang tampaknya sudah dekat, namun akhirnya negosiasi batal terjadi dan perang dagang berlanjut lagi.

Selain itu, pasar juga akan mencermati situasi kondisi keamanan dan politik dalam negeri jelang pelantikan Jokowi sebagai Presiden Indonesia untuk periode yang kedua kalinya pada tanggal 20 Oktober 2019.

Sementara dari data ekonomi, pelaku pasar menunggu rilis data ekspor-impor dan perdagangan bulan September pada hari selasa. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor diantaranya adalah:

Senin 14 Oktober 2019 : Rilis data perdagangan China
Selasa 15 Oktober 2019 : Meeting Kebijakan Moneter Bank Sentral Australia, Rilis data inflasi China, Rilis data pekerjaan Inggris dan Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis indeks sentimen ekonomi Jerman
Rabu 16 Oktober 2019 : Rilis data inflasi Inggris, Rilis penjualan ritel AS
Kamis 17 Oktober 2019 : Rilis data pekerjaan Australia, Rilis penjualan ritel Inggris dan Pernyataan Gubernur BOE Carney, Rilis persediaan minyak AS
Jumat 18 Oktober 2019 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data GDP China

Pergerakan IHSG masih akan didominasi oleh sentimen global, terutama pernyataan Presiden AS Donald Trump dan pihak-pihak terkait kesepakatan damai dalam perang dagang AS-China. Sementara dari dalam negeri, situasi kondisi keamanan dan politik jelang pelantikan Presiden Jokowi akan menjadi perhatian pelaku pasar.

Kesepakatan AS-China
Bursa saham AS berakhir menguat pada perdagangan akhir pekan, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS dan China mencapai fase pertama kesepakatan perdagangan. Kesepakatan ini secara substansial menunda kenaikan tarif impor terhadap barang asal China yang rencananya akan mulai diterapkan oleh AS pada pertengahan bulan ini.

Indeks Dow Jones ditutup naik 319,92 poin (+1,21%) menjadi 26.816,59, S&P 500 menguat 32,14 poin (+1,09%) menjadi 2.970,27 dan Nasdaq meningkat 106,27 poin (+1,34%) menjadi 8.057,04. Berkat kesepakatan tersebut, bursa saham AS berhasil mengalami rebound dengan ditutup menguat dalam sepekan.

Secara mingguan, Dow Jones mengalami kenaikan sebesar +0,91%, S&P 500 menguat +0,62% dan Nasdaq bertambah +0,93%.

IHSG Naik 0,7%
Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil membukukan kenaikan 82,159 poin (+1,36%) ke level 6.105,80 pada perdagangan akhir pekan. Walaupun menguat namun investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp309 miliar di pasar reguler.

Dalam sepekan, IHSG berhasil menguat +0,73%, meski dana asing masih tercatat keluar dari pasar reguler sebesar Rp586 miliar.

Kendati penuh dengan tekanan dan bergerak volatile pada awal pekan lalu, IHSG akhirnya mampu ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan dan mengakhiri kinerja mingguan dengan catatan positif. Penguatan IHSG pekan kemaren berhasil mengakhiri koreksi selama 3 minggu berturut-turut dan juga merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Agustus 2019.

IHSG terangkat oleh optimisme pelaku pasar akan adanya kemajuan dalam pembicaraan dagang antara AS dan China. Meski akhirnya kesepakatan yang dicapai hanya partial dan baru fase pertama, namun hal ini melegakan pelaku pasar. Sebab perang dagang antara AS vs China telah berlangsung selama lebih dari setahun dan telah memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Sebagai bagian dari fase pertama kesepakatan dagang, China akan membeli produk pertanian AS senilai antara USD 40 miliar sampai USD 50 miliar. Kesepakatan tersebut juga mencakup masalah pertukaran mata uang asing dengan China. Sebagai kompensasinya, AS sepakat untuk menunda kenaikan tarif impor barang China yang rencananya akan mulai berlaku pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2019.

Setelah pertemuan dengan Wakil PM China Liu He, Presiden AS Donald Trump juga mengatakan bahwa fase kedua kesepakatan dagang akan segera dimulai setelah yang pertama ditandatangani dalam 3 pekan ke depan.

Jadi, sesuai perkiraan pada pekan sebelumnya, IHSG mengalami teknikal rebound setelah mampu bertahan di level psikologis 6.000.

Komentar

Embed Widget
x