Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 00:49 WIB

Inilah Langkah PT Timah Saat Ekspor Rendah

Rabu, 9 Oktober 2019 | 08:03 WIB
Inilah Langkah PT Timah Saat Ekspor Rendah
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) melanjutkan pemangkasan produksi dan pengurangan volume ekspor timah karena rendahnya harga di pasar global.

"Kami telah mengeluarkan kebijakan efektivitas dan efisiensi pada operating cost, terutama volume ekspor menyikapi harga timah yang rendah. Pengurangan produksi dilakukan dengan pemberhentian operasi kapal keruk atau dredge, untuk tambang darat, yang semula tiga shift kerja, saat ini hanya beroperasi satu shift," kata Direktur Utama TINS, Mochtar Riza Pahlevi, seperti mengutip keterangan perseroan di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Untuk tujuh kapal isap produksi saat ini, menurut Mochtar, dalam on hold untuk tidak melakukan operasi penambangan, termasuk tambang darat yang sudah dikurangi shift operasinya.

"Dari sisi pemasaran, telah mengurangi penjualan sejak Juli 2019 lalu," papar dia.

Perusahaan dengan kode emiten TINS mengurangi ekspor antara 1.000 hingga 1.500 ton per bulan. Saat ini, perseroan akan mengurangi kembali porsi ekspor sekitar 1.000 ton per bulan sehingga total pengurangan ekspor menjadi 2.000 sampai dengan 2.500 ton per bulan.

"Harga saat ini belum menguntungkan jika dilihat dari apa yang sudah kami lakukan sebagai perusahaan tambang," ujar Mochtar.

Harga timah di pasar dunia masih belum menguntungkan produsen timah. Harga logam hitam itu di Bursa Berjangka per September 2019 berkisar US$16.300 per metrik ton, nilai tersebut tidak jauh berbeda pada awal Oktober 2019. [tar]

Komentar

Embed Widget
x