Find and Follow Us

Rabu, 29 Januari 2020 | 18:57 WIB

BEI Hentikan Sementara Transaksi Saham PT Renuka

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 30 September 2019 | 11:37 WIB
BEI Hentikan Sementara Transaksi Saham PT Renuka
PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas bursa saham menghentikan sementara transaksi saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) sejak sesi I perdagangan hari ini hingga pengumuman BEI lebih lanjut.

BEI menjelaskan perseroan tidak membukukan pendapatan usaha dari laporan keuangan per 30 Juni 2019. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (30/9/2019).

BEI mengharapkan semua pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi di BEI dari PT Renuka Coalindo Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (dahulu Allbond Makmur Usaha Tbk) (SQMI) didirikan tanggal 21 Maret 2000 dengan nama PT Sanex Qianjiang Motor International dan memulai kegiatan komersial pada tahun 2001 sebagai perusahaan perakitan sepeda motor Tiongkok SANEX.

Pemegang saham mayoritas Renuka Coalindo Tbk adalah Renuka Energy Resource Holdings, yakni dengan persentase kepemilikan sebesar 80%. Adapun Renuka Energy Resource Holdings merupakan anak usaha dari Shree Renuka Energy Ltd (Grup Renuka). Saham publik sebesar 20%.

Ruang lingkup kegiatan SQMI terutama bergerak dalam bidang perdagangan dan pertambangan. Saat ini, SQMI bergerak dalam bidang perdagangan batubara (memulai kegiatan komersial tahun 2010), sedangkan kegiatan pertambangan dilakukan melalui anak usaha (PT Jambi Prima Coal).

Pada tanggal 30 Juni 2004, SQMI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SQMI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 120.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham saham dengan harga penawaran Rp250 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Juli 2004.

Komentar

x