Find and Follow Us

Rabu, 20 November 2019 | 21:35 WIB

Pakai Dana IPO, NZIA Mau Caplok Properti Karawang

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 25 September 2019 | 14:09 WIB
Pakai Dana IPO, NZIA Mau Caplok Properti Karawang
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Nusantara Almazia Tbk, secara resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/9/2019) dengan kode saham NZIA.

Perusahaan ini menjadi emiten ke-38 yang go-public sepanjang 2019. Dalam perdagangan perdana, saham NZIA langsung naik 50%, atau setara 110 poin ke level Rp330 per lembar saham dari harga pembukaan Rp220 per lembar saham.

Dalam level tersebut, saham perusahaan properti ini di transaksikan sebanyak 2 kali frekuensi dengan volume 6 lot saham dan nilai mencapai Rp198 ribu.

Informasi saja PT Nusantara Almazia Tbk melepas sebanyak-banyaknya 461,53 juta saham atau 21% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor perseroan.

Pada masa penawaran perseroan akan melepas saham di kisaran Rp200 per saham-Rp220 per saham. Perusahaan menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp90 miliar-Rp100 miliar dengan melepas saham perdana di BEI.

Direktur Utama Nusantara Almazia, Deddy Indrasetiawan mengatakan, pihaknya akan menggunakan 38,62% dana IPO untuk mengakuisisi 68% saham PT Serena Inti Sejati.

"PT Serena Inti Sejati merupakan perusahaan yang bergerak sebagai pengembang properti di Kabupaten Karawang dengan fokus pengembangan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (LFPP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," kata Deddy.

Luas lahan Serena Inti Sejati mencapai 60 hektare dan nantinya Nusantara Almazia akan membangun perumahan Serasih Indah yang terdiri lebih dari 5.800 unit rumah FLPP dan beberapa proyek lainnya.

Adapun Deddy menjelaskan dana segar juga akan terserap sekitar 12,51% untuk mengambil alih piutang. Sisanya sekitar 48,87% akan digunakan sebagai modal kerja dan entitas anak dalam bentuk pinjaman.

Melansir laporan keuangannya, penjualan neto Nusantara Almazia per Mei 2019 turun sampai 49% year on year (yoy) dari Rp23,94 miliar pada Mei 2018. Hal ini disebabkan karena pada periode awal tahun ini Nusantara Almazia belum meluncurkan proyek baru. Pada Juli 2019, calon emiten Bursa Efek Indonesia ini baru meluncurkan Saung Kebun.

Walaupun penjualannya turun signifikan, laba perusahaan properti ini justru naik sampai 1.000% (yoy), dari Rp35,16 juta menjadi Rp3,91 miliar. [ipe]



Komentar

x