Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 22:59 WIB

Pengepul Besi Bekas

IPO, Ini Pergerakan Saham PT Optima Metal

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 23 September 2019 | 13:21 WIB
IPO, Ini Pergerakan Saham PT Optima Metal
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Optima Metal Sinergi Tbk secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema Initial Public Offering (IPO) dengan mendapatkan kode saham OPMS. Itu berarti OPMS menjadi emiten ke-37 di tahun 2019 yang listing di pasar modal.

PT Optima Metal Sinergi Tbk merupakan perusahaan, 'pengepul besi bekas' dari kapal-kapal tua yang sudah tak terpakai, nantinya kapal-kapal bekas itu di 'preteli' besinya dijual ke peleburan logam untuk dibuat skrap.

Pada saat 'jualan' saham perdana Senin (23/9/2019), saham OPMS langsung dibuka meroket naik 68,8% atau 93 poin ke level Rp228 per unit saham, dari harga pembukaan di level Rp135 per unit saham.

Dalam rentan waktu tersebut, OPMS ditransaksikan 2 kali frekuensi dengan volume 47 lot saham dan nilai mencapai Rp1.07 juta.

Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 400 juta lembar saham baru atau 40% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp135 per lembar saham.

Adapun dari aksi korporasi ini perusahaan menaksir akan memperoleh dana segar sebesar Rp54 miliar.

Direktur Utama OPMS Meilyna Widjaja mengatakan dana IPO ini akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung strategi bisnis perseroan jangka panjang. Dalam aksi IPO ini perusahaan menunjuk PT Sinarmas Sekutitas sebagai penjamin emisi efek IPO.

"Salah satunya kita akan membeli kapal bekas, yang akan kita gunakan untuk pembuatan skrap logam yang berkualitas," kata Meilyna.

Pada awalnya, PT Optima Prima Metal Sinergi didirikan untuk menjadi entitas pendukung untuk industri pembuatan baja di sekitar wilayah Surabaya. Perusahaan memasok sisa bsi bekas berkualitas tinggi untuk industri baja dengan fasilitas peleburan.

Namun demikian, dalam perjalanan kegiatan bisnisnya, perusahaan menjadi pemasok skrap logam berkualitas tinggi dan mampu memasok pelat baja dari kapal-kapal bekas.

Sepanjang semester I 2019 ini OPMS telah memproduksi kurang lebih 12.000 besi bekas. Sementara itu target produksi besi skrap yang dipatok hingga akhir tahun 24.000 ton besi skrap dengan demikian realisasi produksinya di semester I sudah mencapai 50%.

Data per April 2019, Optima Prima mencatatkan pertumbuhan yang positif yakni penjualan tumbuh 44,2% menjadi Rp35,2 miliar dari sebelumnya Rp24,4 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersihnya juga meningkat pesat menjadi Rp2,13 miliar padahal pada April tahun lalu membukukan rugi bersih sebesar Rp249,38 juta.

Komentar

Embed Widget
x