Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 23:43 WIB

AS Tegaskan Ekonominya Tak Tergantung China Lagi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 21 September 2019 | 00:15 WIB
AS Tegaskan Ekonominya Tak Tergantung China Lagi
Wakil Presiden AS, Mike Pence - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington - Wakil Presiden AS, Mike Pence pada hari Kamis (19/9/2019) waktu ada memukul nada keras pada posisi Amerika dalam perang dagangnya dengan China.

"Era penyerahan ekonomi telah berakhir," kata Pence kepada Joe Kernen saat berada di Institutional Investor's Delivering Alpha Conference.

Pence mengatakan bahwa AS tidak hanya menjalankan "defisit perdagangan US$500 miliar" dengan China, negara itu juga kehilangan hampir sama banyak dalam pencurian kekayaan intelektual setiap tahun.

Defisit perdagangan barang AS dengan China adalah US$419,2 miliar pada 2018, naik 11,7% dari 2017, menurut data dari Biro Sensus AS, Washington menuduh Beijing melakukan pencurian kekayaan intelektual, sesuatu yang selalu ditolak China, yang bersama dengan masalah lain telah dibahas dalam negosiasi perdagangan mereka.

"Terlalu lama satu administrasi demi satu, administrasi Republik dan Demokrat, bersedia menerima kerugian luar biasa bagi pekerja Amerika dan pekerjaan Amerika atas nama perdagangan dengan China," kata Pence, menurut transkrip komentarnya seperti mengutip cnbc.com.

"Hari-hari itu sudah berakhir, kita akan terus berdiri kuat," tambah Pence. "Rakyat Amerika bisa yakin Presiden Trump akan terus berdiri kuat."

Komentar wakil presiden tersebut datang ketika AS dan wakil negosiator perdagangan China memulai kembali negosiasi langsung pada hari Kamis untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan. Beberapa putaran negosiasi antara kedua pihak sejauh ini gagal menghasilkan terobosan.

Pence mengatakan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer akan bertemu dengan pejabat China bulan depan.

Dua ekonomi teratas dunia telah terlibat dalam perang dagang yang dimulai setahun lalu sebagai pertarungan tarif tetapi kemudian tumpah ke bidang-bidang lain seperti teknologi.

"Maksud saya, apa yang dilakukan Presiden dengan Cina adalah membela ekonomi Amerika, membela kepentingan Amerika. Dan pendirian kuat yang diambilnya, kami yakin berdampak pada ekonomi Tiongkok," kata Pence.

Komentar

Embed Widget
x