Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 21:50 WIB

Wijaya Karya Masuk Konsorsium BUMN di Madagaskar

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 18 September 2019 | 04:02 WIB
Wijaya Karya Masuk Konsorsium BUMN di Madagaskar
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bakal terlibat dalam proyek pengembangan pertambangan di Madagaskar bersama empat BUMN lain dengan menggandeng perusahaan mitra lokal Krona SA.

Rencana konsorsium tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAD) di Bali, Agustus 2019 lalu. "Saya sangat senang lima BUMN ikut mengembangkan pertambangan dengan bermitra bersama perusahaan di Madagaskar, yakni Krona SA. Ini menjadi bukti anak bangsa mampu bersaing di pasar global," jelas Menteri BUMN, Rini M Soemarno dalam pernyataan kementeriannya, Selasa (17/9/2019).

Rencana konsorsium Indonesia Railways Development Incorporated for Africa (IRDIA) dan Kraoma dalam pembangunan railway untuk mengangkut produksi krom dari lokasi tambang ke pelabuhan ekspor.Konsorsium IRDIA terdiri dari PT INKA, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT LEN Industri. Mereka akan menggarap proyek pengembangan mineral di Madagaskar.

"Besaran investasi dan pembangunan pabrik akan disesuaikan dengan potensi cadangan dan keekonomian tambang mineral yang akan dikembangkan," katanya.


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) didirikan tanggal 29 Maret 1961 dengan nama Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Kemudian tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO).

Selanjutnya pada tanggal 20 Desember 1972 Perusahaan ini dinamakan PT Wijaya Karya.

Pemegang saham pengendali Wijaya Karya (Persero) Tbk adalah Pemerintah Republik Indonesia, dengan memiliki 1 Saham Preferen (Saham Seri A Dwiwarna) dan 65,05% di saham Seri B.

WIKA memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) (WTON), PT Wijaya Karya Pembangunan Gedung Tbk (WEGE). Sebentar lagi WIKA akan melepas sahamnya ke publik di PT Wijaya Karya Realty.

Bisnis WIKA di bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa engineering dan perencanaan.

Pada tanggal 11 Oktober 2007, WIKA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham WIKA (IPO) kepada masyarakat atas 1.846.154.000 lembar saham seri B baru, dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga penawaran Rp420 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2007.

Saham WIKA pada perdagangan kemarin berakhir di Rp2.020 per saham dari pembukaan di Rp2.030 per saham.

Komentar

Embed Widget
x