Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 21:48 WIB

BEI Janjikan Perusahaan Rintisan Mudah Cari Duit

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 17 September 2019 | 14:10 WIB
BEI Janjikan Perusahaan Rintisan Mudah Cari Duit
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana melakukan relaksasi aturan atas peraturan bursa mengenai perusahaan rintisan atau starup yang ingin mendapatkan pendanaan dengan skema Initial Public Offering (IPO) di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan relaksasi aturan IPO tersebut guna memudahkan perusahaan rintisan untuk go-public, dengan menghilangkan atau mengecualikan persyaratan bagi perusahaan rintisan tersebut.

"Kita melakukan relaksasi atas peraturan kita, pertama peraturan terkait 1 A yakni peraturan yang umum mengatur bagaimana perusahaan itu bisa masuk dan mencatatkan sahamnya di bursa kita lakukan relaksasi," kata Nyoman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Jadinya nanti kata Nyoman, perusahaan rintisan yang ingin go-public tidak perlu mencantumkan aset mereka karena ada sejumlah perusahaan rintisan yang tidak memiliki aset tak berwujud.

"Karena tidak semua perusahaan asetnya berwujud. Kan banyak juga intangible, seperti bisnis platform itukan bisa jadi bangunan gak punya, tapi mereka punya networking, mereka punya customer, konsumen dan jejaring yang kuat," katanya.

Dirinya menjelaskan, aturan itu akan mengatur mekanisme pencatatan, infrastruktur, dan perdagangan saham-saham dari perusahaan rintisan maupun perusahaan kecil dan menengah yang termasuk ke dalam papan akselerasi.

Saat ini, bursa masih menentukan beberapa hal teknis seperti batas auto rejection dan penyesuaian terhadap karakteristik perusahaan.

Nyoman juga berharap aturan ini bisa dipercepat karena pihaknya ingin menyambut antusiasme yang terlihat dari beberapa perusahaan. Adapun saat ini telah ada 5 perusahaan yang menunjukkan minat untuk masuk ke pasar modal lewat jalur papan akselerasi menggunakan POJK 52 dan 53. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x