Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 21:07 WIB

Gerak Saham Perdana, TFAS Nyaris Auto Rejection

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 17 September 2019 | 13:11 WIB
Gerak Saham Perdana, TFAS Nyaris Auto Rejection
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Harga saham PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) sempat menyentuh level tertinggi Rp306 per saham atau menguat 70 persen dari harga penawaran umum Rp180 per saham.

Penguatan tersebut saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI)Selasa pagi (17/9/2019). Namun, pergerakan harga saham dari emiten ke-35 di 2019 ini langsung berbalik menurun ke level Rp270 atau menguat 50 persen dengan frekuensi transaksi sebanyak 53 kali dan volume transaksi sebanyak 20.488 lot, sehingga nilai transaksi TFAS mencapai Rp601,95 juta.

Pada saat penutupan sesi I, harga saham TFAS berakhir di Rp276 per saham usai nak 53,3 persen.

Untuk aksi korporasi ini, TFAS melepas saham ke publik sebanyak 416.666.500 lembar atau setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan demikian, melalui mekanisme IPO ini TFAS mampu meraup dana dari pasar modal senilai Rp74,99 miliar.

Pelaksanaan IPO TFAS ini membuat kepemilikan PT MCash Strategi Tbk (MCAS) di Telefast Indonesia terdilusi menjadi 43,93 persen dari sebelumnya 58,58 persen. Sedangkan, kepemilikan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) menjadi 5,69 persen dan PT Telefast Investama Indonesia menjadi 25,38 persen.

Adapun selaku penjamin pelaksana emisi efek pada IPO TFAS ini adalah PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, sedangkan PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi efek.

Menurut Direktur Utama TFAS, Jody Hedrian, sebesar 70 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja, sebesar 25 persen untuk belanja modal dan sisanya akan dimanfaatkan untuk investasi terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM). [hid]

Komentar

Embed Widget
x