Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 22:35 WIB

Duet IPTV dan ICON+, Pengamat: Potensi Cuan Gede

Selasa, 17 September 2019 | 10:18 WIB
Duet IPTV dan ICON+, Pengamat: Potensi Cuan Gede
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Duet PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) dengan anak usaha PT PLN (Persero), Indonesia Comnets Plus (ICON+), diyakini bakal melahirkan cuan berlimpah. Baik untuk perseroan maupun investor.

Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat mengatakan, kombinasi keduanya akan menghasilkan pendapatan berkali-kali. Bisa sepuluh hingga dua puluh kali lipat, dan terus berkembang. "Bahkan, kalaupun IPTV cuma dapat entah berapa persen saja, misalnya Rp 10.000 per sambungan, itu kali 70 juta pelanggan PLN sudah Rp700 miliar. Kalau misalnya Rp 100.000? Itu sudah Rp7 triliun," kata Teguh.

Menurutnya, IPTV sebagai penyedia jasa layanan televisi dengan jaringan internet akan meraup bottom line yang jauh lebih besar dari kerja samanya dengan ICON+ tersebut.

Sebab, kata Teguh, infrastruktur listriknya sudah terbangun dengan jumlah 71,1 juta pelanggan yang berpotensi menggunakan layanan internet. "Kalau bicara potensi tidak terbatas dan 70 juta sambungan itu akan bertambah terus. PLN tidak berhenti buat listrik sambungan, dari desa ke desa dan seterusnya," tuturnya.

Jadi, lanjut Teguh, pada tahap awal target 10 juta sambungan internet sudah cukup bagus untuk beberapa tahun ke depan. Kerja sama ini patut dicoba untuk kota-kota besar terlebih dulu. Jika berhasil, dapat dilanjutkan ke daerah-daerah.

"Jadi, bicara potensi tidak terbatas, tidak hanya di angka 70 juta itu, tapi bisa lebih. Tahun depan, bisa 80 juta, tahun depannya lagi 90 juta dan seterusnya. Karena PLN juga setiap tahun membuat sambungan listrik baru untuk pelanggan baru dan seterusnya," ungkap Teguh.

Teguh menambahkan, hingga saat ini, akses internet belum bisa sepenuhnya dirasakan masyarakat Indonesia. Di beberapa kota besar, misalnya, tersedia jaringan listrik dan sinyal yang merata, namun di daerah hanya tersedia aliran listrik dengan kualitas sinyal yang buruk.

"Jadi, potensinya terbuka lebar. Penduduk di daerah, desa, pedalaman yang selama ini belum tersentuh Internet, tapi sudah punya jaringan listrik, bisa tersentuh Internet dari layanan ini," katanya.[tar]

Komentar

Embed Widget
x