Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 21:23 WIB

Cukai Rokok Naik, Saham Rokok Anjlok

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 16 September 2019 | 18:13 WIB
Cukai Rokok Naik, Saham Rokok Anjlok
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin sore (16/9) turun 115,41 basis point atau -1,82% ke level 6.219,44. Indeks bergerak dari batas bawah di level 6.194 hingga batas atas pada level 6.266.

Pada penutupan perdagangan Senin sore, sembilan sektor melemah dan hanya sektor tambang yang menguat. Kali ini, sektor konsumer paling merah setelah turun 143,39 point atau -6,06% ke level 2.222,62, seperti saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang anjlok 14.200 atau -20,64% ke level 54.600.

Senada saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga bernasib sama, pada penutupan saham sore ini produsen rokok tersebut turun 510 point atau -18,21% ke level 2.290.

Bisa jadi anjloknya harga saham rokok tersebut dengan rencana pemerintah yang ingin menaikkan tarif cukai rokok yang tentunya memberatkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah sudah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23%, serta harga jual eceran menjadi 35%.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai wajar kenaikan cukai rokok sebesar 23% pada 2020. Karena sudah mempertimbangkan berbagai aspek.

"Pertimbangan cukai rokok, tahun lalu tidak naik, sehingga naiknya wajar kalau lebih besar," ujar Darmin.

Ia menambahkan, besaran kenaikan cukai rokok itu juga telah mempertimbangkan beberapa aspek, diantaranya untuk menurunkan tingkat konsumsi. Hal itu berkaitan dengan agar terjaganya kesehatan masyarakat.

"Kenaikan cukai rokok itu memiliki beberapa objektif, pertama adalah urusan menurunkan konsumsi karena alasan kesehatan," ucap Darmin.

Kemudian, lanjut dia, kenaikan cukai rumah rokok itu juga untuk mengoptimalkan penerimaan negara. Dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2020, pendapatan cukai direncanakan Rp179,2 triliun.

Selain itu, ia menambahkan juga mempertimbangkan kelangsungan penyerapan tenaga kerja. "Nah, dari semua itu di timbang-timbang. Angkanya yang sudah diceritakan Bu Sri Mulyani," ujar Darmin Nasution.

Adapun saham-saham yang tergolong top gainers adalah SKYB yang naik 23 point atau 34,33% ke level 90, LPLI naik 33 point atau 26,4% ke level 158 dan ITIC naik 200 point atau 25% ke level 1.000.

Sementara itu, investor melakukan transaksi sebanyak 569.859 kali senilai Rp8,736 triliun. Pada pasar reguler terjadi transaksi senilai Rp7,886 triliun dan pasar negosiasi terjadi transaksi senilai Rp850.

Adapun pada sisi investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp2,077 triliun dan aksi jual sebesar Rp2,636 triliun. Sehingga asing tercatat jual bersih sebesar Rp558,9 miliar.[jat]

Komentar

Embed Widget
x