Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 00:09 WIB

Ini Cara Trump Jaga Pasokan Minyak di Pasar Global

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 16 September 2019 | 08:03 WIB
Ini Cara Trump Jaga Pasokan Minyak di Pasar Global
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington - Presiden AS, Donald Trump mengatakan telah mengesahkan pelepasan minyak dari cadangan minyak strategis AS. Langkah ini merespon dampak serangan terhadap fasilitas produksi utama di Arab Saudi, yang memotong setengah produksi minyak mentah kerajaan.

Trump pada Minggu (15/9/2019) mengatakan minyak akan dirilis jika diperlukan untuk menjaga agar pasar tetap tersuplai dengan baik. Presiden juga mengatakan bahwa ia telah memberi tahu badan-badan terkait untuk mempercepat persetujuan pipa minyak yang masih dalam proses perizinan di Texas dan negara bagian lainnya, seperti mengutip cnbc.com.

Perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Aramco, terpaksa memotong produksinya sebesar 5,7 juta barel per hari atau sekitar 50% setelah serangkaian pemogokan drone menghantam jantung produksi minyak kerajaan. Fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia dan ladang minyak terbesar kedua di Saudi terkena serangan.

Pada bulan Agustus, Arab Saudi menghasilkan 9,85 juta barel per hari, menurut angka terbaru dari Administrasi Informasi Energi AS. Empat juta barel ekspor minyak Saudi per hari pergi ke Asia, sedangkan AS mengimpor sekitar 600.000 barel.

Importir terbesar di Asia adalah China 1,3 juta barel dan Jepang 1,2 juta barel.

Pemerintah Saudi belum memberikan batas waktu resmi kapan produksi akan kembali normal. Menurut The Wall Street Journal, Aramco mengharapkan untuk mengembalikan sekitar sepertiga dari produksi minyak yang hilang pada hari Senin.

Minyak mentah berjangka melonjak tajam di hari Minggu yang terbuka. Minyak AS jenis West Texas Intermediate naik US$6,45, atau 11,6%, menjadi US$61,29 per barel. Brent melonjak US$7,79, atau 13% menjadi US$68,04.

Pemberontak Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi AS menunjuk ke Iran. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuduh Teheran meluncurkan "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasokan energi dunia." Dia mengatakan tidak ada bukti serangan datang dari Yaman.

Kementerian luar negeri Iran menolak tuduhan Pompeo sebagai "tidak berarti," "tidak dapat dipahami" dan "tidak ada gunanya." Menteri Luar Negeri Javad Zarif meminta pemerintah Trump untuk mengadakan pembicaraan.

Komentar

Embed Widget
x