Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 22:31 WIB

PT Tiphone Mobile Tawarkan Obligasi Rp500 M

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 15 September 2019 | 17:27 WIB
PT Tiphone Mobile Tawarkan Obligasi Rp500 M
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menawarkan obligasi berkelanjutan II Tahap II tahun 2019 dengan nilai pokok maksimal Rp500 miliar.

Penawaran ini termasuk dalam target penerbitan obligasi perseroan sebesar Rp2 triliun. Perseroan telah menerbitkan senilai Rp53 miliar saat untuk obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2019. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Obligasi ini tanpa warkat kecuali sertifikat jumbo dari perseroan atas nama PT KSEI. Sertifikat ini sebagai bukti utang untuk kepentingan pemegang obligasi dengan jumlah pokok sebesar Rp300 miliar dengan jangka waku 3 tahun. Untuk tingkat bunga sebesar 11,5% per tahun.

Untuk sisa jumlahpokok obligai yang ditawarkan maksimal Rp200 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbak atau best effort. Bila jumlah dalam penjaminan terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya maka atas sisa yang tidak terjual tersebut menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkan obligasi tersebut.

Pembayaran bunga pertama kali akan dilakukan pada 19 Desember 2019 dan pembayuaran terakhir pada 19 September 2022.

Untuk tanggal efektif pada 28 Januari 2019. Masa penawaran umum pada 16 September 2019. Tanggal penjatahan pada 17 September 2019. Tanggal distribusi obligasi secara elektronik pada 19 September 2019 dan tanggal pencatatan di PT BEI pada 20 September 2019.

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) didirikan di Jakarta tanggal 25 Juni 2008 dan memulai kegiatan operasinya secara komersial pada Januari 2009.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Tiphone Mobile Indonesia Tbk adalah PT Upaya Cipta Sejahtera (37,32%) (pengendali), PT PINS Indonesia (24,00%) dan PT Esa Utama Inti Persada (13,68%).

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Tiphone dan Entitas Anak adalah bergerak dalam bidang perdagangan perangkat telekomunikasi, yaitu telepon seluler (bekerja sama dengan Samsung, LG, Huawei dan BlackBerry) beserta suku cadang, aksesoris, pulsa (distribusi kartu perdana dan voucher pra bayar operator PT Telkomsel), dan jasa perbaikan (reparasi).

Diakhir 2016, Tiphone memiliki 200 cabang, 400 outlet, 96 service center, dan 250,000 reseller aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada tanggal 29 Desember 2011, TELE memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TELE (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.350.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp310 per saham.

Saat itu jugadisertai 1.323.000.000 Waran seri I dan periode pelaksanaan mulai dari 10 Juli 2012 sampai dengan 11 Januari 2017 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp310 per saham. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Januari 2012.

Komentar

Embed Widget
x