Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 03:49 WIB

Putusan MA, Lahan PT BYAN Masih Sengketa d PTUN

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 10 September 2019 | 11:50 WIB
Putusan MA, Lahan PT BYAN Masih Sengketa d PTUN
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjelaskan PT Brian Anjat Sentosa (PT BAS) selaku anak usaha telah menerima salinan putusan MA untuk gugatan terhadap Bupati Kutai Kartanegara pada PTUN Samarinda, Kaltim pada 6 September 2019.

Gugatan terhadap Bupati Kutai Kartanegara, yang telah mengeluarkan izin usaha budidaya perkebunan komodtas kelapa sawit PT Sasana Yuda Bhakti (PT SYB) pada tahun 2007 dan izin usaha budi daya perkebunan komoditas kelapa sawit kepada PT Enggang Alam Sawita (PT EAS) pada tahun 2008.

Izin tersebut di atas lahan PT BAS yang sudah mendapatkan izin untuk pertambangan. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (10/9/2019).

Pada putusan sebelumnya, PTUN Samarinda telah membatalkan putusan Bupati Kutau Kartanegara tentang izin usaha budidaya perkebunan komoditas kelapa sawit yang diberikan kepada PT SYB tahun 2007 dan kepada PT EAS. PTUN juga memerintahkan Bupati Kutai Kartanegara selaku tergugat untuk mencabut izin usa abudidaya perkebunan komoditas kelapa sawit kepada PT SYB dan PT EAS.

Namun di tingkat banding, PTUN Jakarta menguatkan putusan PTUN Samarinta. Untuk di tingkat kasasi MA menolak permohonan kasas pT SYB dan menyatakan permohonan kasas dari Bupati Kutai Kartanegara tidak dapat diterima. Putusan kasasi dari MA, merupakan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Dengan demikian wilayah izin usaha pertambangan PT BAS tidak lagi tumpang tindih dengan wilayah izin usaha PT SYB dan PT EAS.

Namun PT BAS belum dapat melakukan kegiatan usaha karena masih bersengketa di PTUN Jakarta dengan PT SYB dan PT EAS. Ini terkait sertifikat HGU yang dimiliki keduanya, merupakan area HGU yang tumpang tindih dengan wilayah izin usaha pertambangan PT BAS.

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) didirikan 07 Oktober 2004 dan memulai operasi komersialnya di tahun 2004.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bayan Resources Tbk, yaitu: DatoDR Low Tuck Kwong (pengendali) (51,59%), Enel Investment Holding BV (10,00%) dan Engki Wibowo (5,96%).

Ruang lingkup kegiatan BYAN meliputi kegiatan perdagangan, jasa, dan eksplorasi batubara. Kegiatan utama Bayan adalah bergerak dalam usaha pertambangan terbuka/surface open cut untuk batubara thermal. Selain itu Bayan juga memiliki dan mengoperasikan infrastruktur pemuatan batubara. Saat ini Bayan dan anak usaha (grup) merupakan produsen batubara dengan operasi tambang, pengolahan dan logistik terpadu.

Pada 04 Agustus 2008, BYAN memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BYAN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 833.333.500 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp5.800 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Agustus 2008.


Komentar

Embed Widget
x