Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 03:46 WIB

Laba PT Royal Prima Turun Jadi Rp1,9 Miliar

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 9 September 2019 | 07:01 WIB
Laba PT Royal Prima Turun Jadi Rp1,9 Miliar
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Royal Prima Tbk (PRIM) mengalami penurunan laba bersih menjadi Rp1,94 miliar per 30 Juni 2019 dari Rp8,18 miliar pada periode yang sama tahun 2018.

Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp78,9 miliar atau turun dari Rp96,13 miliar. Untuk beban pokok pendapatan menjadi Rp50,25 miliar dari Rp66,02 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Untuk laba kotor menjadi Rp28,66 miliar dari Rp30,103 miliar. Sedangkan beban administrasi Rp23,8 miliar dari Rp20,18 miliar. Pendapatan bunga menjadi Rp41,99 juta dari Rp58,4 juta. Untuk beban bunga Rp201,14 juta. Penghasilan lain-lain menjadi Rp226,95 juta.

Laba sebelum pajak menjadi Rp4,8 miliar dari Rp11,07 miliar. Beban pajak penghasilan menjadi Rp2,9 miliar dari Rp2,8 miliar. Jadi laba neto menjadi Rp1,9 miliar dari Rp8,1 miliar.

Untuk total aset perseroan menjadi Rp908,161 miliar dari Rp912,29 miliar. Sedangkan total liabilitas menjadi Rp57,35 miliar dari Rp63,42 miliar. Sementara total ekuitas menjadi Rp850,811 milar dari Rp848,86 miliar.

Royal Prima Tbk (PRIM) didirikan pada tanggal 04 Juni 2013 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Royal Prima Tbk, yaitu: I Nyoman Ehrich Lister, dengan persentase kepemilikan sebesar 64,58%. Saham publik sebesar 35,3%.

Ruang lingkup kegiatan PRIM adalah bergerak dalam bidang jasa kesehatan. Saat ini, kegiatan usaha utama Royal Prima Tbk adalah dalam bidang jasa Rumah Sakit, Klinik, Poliklinik, Balai Pengobatan, Rumah Sakit Bersalin dan Poliklinik untuk ibu dan balita.

Selain itu mengelola Rumah Sakit Spesialis dan Poliklinik Spesialis antara lain Rumah Sakit atau Poliklinik mata, THT, kulit, jiwa, paru-paru, dan kanker, serta kegiatan usaha terkait. Royal Prima Tbk memiliki 2 jaringan rumah sakit, RSU Royal Prima (Medan) dan RS Royal Prima Jambi, dengan target total kapasitas pada akhir tahun 2018 memiliki +/- 1.200 tempat tidur.

Pada tanggal 04 Mei 2018, PRIM memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PRIM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.200.000.000 dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp500 per saham disertai dengan Waran Seri I sebanyak 600.000.000 dengan harga pelaksanaan Rp625 per saham. Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 15 Mei 2018.

Saham PRIM pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp420 per saham.

Komentar

Embed Widget
x