Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 23:22 WIB

Sinyal The Fed Perlemah Nilai Emas Dunia

Minggu, 8 September 2019 | 15:01 WIB
Sinyal The Fed Perlemah Nilai Emas Dunia
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Chicago - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Pelemahan ini muncul setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell menawarkan pandangan positif tentang ekonomi Amerika Serikat, memperlemah permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$10, atau 0,66% menjadi ditutup pada US$1.515,5 per ounce.

Dalam pidatonya pada Jumat (6/9/2019), Powell mengatakan laporan pekerjaan merupakan pertanda kekuatan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja. Dia juga mengatakan prospek ekonomi tetap menguntungkan dan Federal Reserve "tidak memperkirakan atau mengharapkan resesi."

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,01% menjadi 98,43 pada pukul 17.30 GMT sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, harga emas berjangka jatuh lebih dari dua persen, sebagian besar karena optimisme atas pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China serta data ekonomi yang lebih cerah.

Kepala perunding perdagangan China dan AS sepakat pada Kamis (5/9/2019), untuk bersama-sama mengambil tindakan nyata menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk konsultasi lebih lanjut pada Oktober.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember, turun 68,8 sen atau 3,66% menjadi ditutup US$18,119 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober, turun US$5,2, atau 0,54% menjadi US$ 958,5 per ounce.[tar]

Komentar

Embed Widget
x