Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 04:07 WIB

Gunung Raja Paksi Tawarkan Saham Rp825-Rp900

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 3 September 2019 | 18:45 WIB
Gunung Raja Paksi Tawarkan Saham Rp825-Rp900
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Industri peleburan dan penggilingan baja (Furnace & Steel Rolling), PT Gunung Raja Paksi Tbk segera mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Direktur Utama PT Gunung Raja Paksi Tbk Alouisius Maseimilian menyampaikan, pihaknya melihat ada potensi yang besar di industri lantaran dilihat dari pertumbuhan konsumsi baja per kapita dengan adanya pertumbuhan GDP Indonesia.

Selain itu, terdapat konsumsi baja nasional yang meningkat seiring dengan meningkatnya anggaran infrastruktur pemerintah untuk pengembangan sarana infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, bandar udara, dan rel kereta api. Sehingga pihaknya gencar melepas sahamnya ke pasar modal pada September 2019.

Perseroan berencana melakukan Penawaran Umum Perdana Saham dengan jumlah penawaran sebanyak-banyaknya 1.238.000.000 lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp500. "Kisaran harga penawaran saham IPO PT Gunung Raja Paksi Tbk adalah antara Rp825Rp900 per saham," ujarnya di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Perseroan telah menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Saham.

Bersamaan dengan Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang akan jatuh tempo pada tanggal 30 September 2019.

Dengan dilaksanakannya konversi OWK bersamaan dengan terjualnya seluruh Saham Yang Ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana ini, persentase kepemilikan Masyarakat adalah sebanyak-banyaknya 10,2157 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana dan pelaksanaan konversi Obligasi Wajib Konversi.

Sesuai dengan yang telah disampaikan dalam Public Expose, masa penawaran awal (bookbuilding) akan berlangsung pada tanggal 3 5 September 2019, Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat diperoleh pada tanggal 10 September 2019 dan masa penawaran umum (perkiraan) dijadwalkan pada tanggal 12, 13 dan 16 September 2019. Sedangkan, pencatatan perdana saham di BEI diperkirakan dapat dilaksanakan pada tanggal 19 September 2019.

Penggunaan seluruh dana hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan digunakan sekitar 99,52 persen untuk pelunasan hutang dalam rangka pembelian asset tetap dan biaya operasinya, dan sekitar 0,48% akan digunakan untuk modal kerja.

Menurutnya, pemain di industri baja masih memiliki ruang yang sangat luas untuk bertumbuh. Hal ini didasarkan fakta bahwa konsumsi baja per kapita Indonesia yang masih cukup rendah dan kapasitas produksi baja domestik yang masih belum bisa memenuhi permintaan, sehingga membuat Indonesia masih melakukan impor baja.

"Terlebih lagi, harga baja sedang mengalami tren kenaikan signifikan. Maka dari itu, kami memutuskan untuk mengambil langkah besar untuk go public, dimana secara langsung hal-hal tersebut kami yakini akan memberikan peluang besar bagi bisnis Perseroan kedepannya," tandasnya. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x