Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 21:59 WIB

Tarif AS ke China Seharusnya Lebih Tinggi?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 26 Agustus 2019 | 07:01 WIB
Tarif AS ke China Seharusnya Lebih Tinggi?
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan hari Minggu (25/8/2019) bahwa ia memiliki "pemikiran kedua" tentang peningkatan perang perdagangan dengan China, Gedung Putih berusaha menjelaskan pernyataannya karena "sangat disalahtafsirkan."

"Pagi ini di bilat dengan UK, presiden ditanya apakah dia memiliki second setiap saat berpikir untuk meningkatkan perang dagang dengan China '. Jawabannya sangat disalahtafsirkan. Presiden Trump menanggapi dengan tegas, karena dia menyesal tidak menaikkan tarif lebih tinggi," juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham menulis dalam sebuah pernyataan seperti mengutip cnbc.com.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson di G-7 di Biarritz, Prancis. Selama pertemuan, Trump ditanya apakah ia memiliki pemikiran kedua tentang peningkatan perang dagang dengan China. Trump berkata, "Yup." Pertanyaan itu diulangi dan dia menambahkan, "Saya memiliki pemikiran kedua tentang segalanya."

Pekan lalu, Trump mengatakan ia akan menaikkan bea yang ada atas US$250 miliar pada produk-produk China menjadi 30% dari 25% pada 1 Oktober. Terlebih lagi, tarif atas barang-barang China senilai US$300 miliar lainnya, yang mulai berlaku pada 1 September, akan sekarang menjadi 15%, bukan 10%.

Langkah itu merupakan pukulan terbaru dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia yang telah menakuti investor dan menimbulkan kekhawatiran bahwa ekonomi global akan masuk ke dalam resesi.

Trump meremehkan kekhawatiran itu dengan mengatakan "negara kita baik-baik saja, kami memiliki kesepakatan perdagangan yang mengerikan dan saya meluruskannya."

Komentar

Embed Widget
x