Find and Follow Us

Selasa, 17 September 2019 | 22:22 WIB

PT Waskita Beton Precast Cari Dana Lagi Rp1,5 T

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:45 WIB
PT Waskita Beton Precast Cari Dana Lagi Rp1,5 T
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berencana meluncurkan obligasi lagi di akhir semester II tahun ini. Perseroan akan menawarkan obligasi tersebut secara langsung (gelondongan) senilai Rp1,5 triliun.

Sekretaris Perusahaan, Fathia Syafurah, mengatakan penawaran umum berkelanjutan (PUB) atas obligasi ini menjadi yang kedua setelah yang pertama sukses dilakukan senilai Rp500 miliar.

Rencananya dana dari obligasi ini akan digunakan untuk memperkuat modal kerja (capital expenditure/capex) dan juga untuk working capital.

"Ada rencana, kita akan terbitkan (obligasi) di kuartal keempat sekitar Rp1,5 triliun. Ini langsung ya PUB totalnya Rp2 triliun, tahap I sudah sekitar Rp500 miliar, yang tahap kedua Rp1,5 triliun," kata Fathia dalam acara 'Public Expose Live 2019' di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Perseroan tengah membidik sejumlah proyek infrastruktur di berbagai propinsi seperti di Sumatra, Jawa hingga Kalimantan. Menurut dia, prospek beton precast sebagai penopang infrastruktur akan sangat dibutuhkan, terlebih pemerintah telah merencanakan pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan.

Termasuk untuk mendukung penyelesaian proyek tol yang tengah dikebut oleh pemegang proyek baik di Jawa maupun di Sumatera.

"Untuk proyek infrastruktur kan masih banyak ke depan, yang pasti belum lagi yang ibu kota (di Kalimantan). Kita juga punya plan baru di sana. Saat ini kita lagi bangun di Penajam, jadi kita bisa ambil proyek dari sana," ulas Fathia.

Disinggung rencana WSBP menambah porsi pinjaman perbankan untuk memperkuat modal, Fathia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum ada rencana tersebut. Namun kedepannya potensi untuk menambah pembiayaan dari pinjaman bank bisa saja dilakukan ketika situasi ratenya menarik.

"Nggak ada spesifik sih, tapi kita masih banyak ruang untuk meningkatkan pendanaan melalui perbankan," jelas Fathia. [hid]

Komentar

Embed Widget
x