Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 03:58 WIB

Private Placement Tahap II, BJBR Cari Dana Rp412 M

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 19 Agustus 2019 | 15:43 WIB
Private Placement Tahap II, BJBR Cari Dana Rp412 M
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mengincar dana sebesar Rp412 miliar melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD/private placement) Tahap II.

Perseroan telah pada private placement sebelumnya meraup dana Rp272 miliar. "Pelaksanaan dari rencana PMT-HMETD sebesar Rp412 miliar ini bisa bergeser ke tahun 2020. Jadi, tergantung dari kemampuan APBD masing-masing pemerintah daerah," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BJBR, Nia Kania dalam 'Public Expose Live 2019' di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/8/2019).

Dia menyebutkan, sebelumnya BJBR telah melakukan private placement tahap pertama dengan nilai emisi sebesar Rp272 miliar dari total rencana PMT-HMETD tersebut yang mencapai Rp684,19 miliar.

Aksi korporasi ini menerbitkan saham baru Seri A sebanyak 360,1 juta saham atau setara dengan 3,71% dari modal disetor.

Pada private placement tahap kedua, kata Nia, saham akan ditawarkan kepada pemda-pemda eksisting di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten maupun empat pemda hasil pemekaran. Adapun empat pemda tersebut adalah Pemkot Serang, Pemkot Tangerang Selatan, Pemkab Bandung Barat, dan Pemkab Pangandaran.

Dengan demikian, lanjut dia, saham publik di BJBR akan terdilusi menjadi 24 persen dari 25 persen.

"Kami memastikan Pemprov Banten tidak akan mendivestasi sahamnya di Bank BJB. Karena, dividen dan CSR dari Bank BJB yang diterima Banten sangat membantu. Bahkan, Pemprov Banten mengikuti program PMT-HMETD," ucap Nia.

Nia mengungkapkan, dana hasil private placement tersebut akan digunakan untuk ekspansi kredit. Sebagaimana diketahui, pada Kuartal II-2019 BJBR mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp77,8 triliun atau bertumbuh 8,2% (yoy), sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 89,3 triliun atau bertumbuh 7,4%. [hid]

Komentar

Embed Widget
x