Find and Follow Us

Senin, 16 September 2019 | 04:04 WIB

PT Intiland Layani Parkir Penumpang MRT

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 19 Agustus 2019 | 05:53 WIB
PT Intiland Layani Parkir Penumpang MRT
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Intiland Development Tbk (DILD) memaksimalkan lokasi proyek properti yang cukup strategis seiring beroperasinya armada MRT Lebak Bulus dengan menyediakan fasilitas parkir khusus bagi penumpang MRT Jakarta di kawasan terpadu South Quarter, Jakarta Selatan.

Executive Director Business Development PT Intiland Development Tbk DILD), Permadi Indra Yoga mengatakan lahan tersebut dirancang sebagai tempat parkir khusus para pengguna MRT yang menggunakan mobil agar dapat beralih menggunakan transportasi publik.

"Bagi pengguna parkir, nantinya mendapatkan fasilitas bus pengumpang Transjakarta M9 untuk menuju stasiun MRT Lebak Bulus. Perseroan mengalokasikan lahan untuk area park and ride seluas 3.500 meter persegi," ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

Perseroan menjadikan area parkir ini mampu menampung sebanyak 75 mobil dan sekitar 30 unit sepeda motor dengna pengelolaan secara profesional dengan perusahaan pengelola parkir. Untuk biaya yang telah dipatok untuk menggunakan fasilitas tersebut seharga Rp5.000 per hari untuk mobil dan serta motor Rp2.000 per hari.

Harga ini sengaja dipatok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan parkir reguler. "Tarif khusus ini hanya berlaku bagi para penumpang MRT Jakarta."

Dia berharap agar proyek hasil dari kolaborasi antara PT MRT dan Intiland ini dapat meningkatkan ekonomi kawasan Jakarta Selatan dengan kolaborasi yang sangat terintegrasi. Direktur utama MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan bahwa hingga saat ini rata-rata pengguna MRT sudah mencapai 90.000 pengguna dan Transjakarta telah mencapai 28.000.

William berharap supaya swasta akan terus mendukung adanya pengadaan fasilitas umum karena pengguna MRT dan pengguna TrasnJakarta adalah para warga Jakarta.

PT Intiland Development Tbk (DILD) didirikan tanggal 10 Juni 1983 dan memulai kegiatan usaha komersialnya sejak 01 Oktober 1987.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Intiland Development Tbk adalah Truss Investment Partners Pte. Ltd. (melalui kustodian UBS AG Singapore) (pengendali) (22,24%) dan Strand Investment Ltd. (melalui kustodian Credit Suisse Singapore) (pengendali) (19,89%). Untuk saham publik sebesar 38,4%.

Kegiatan bisnis DILD terutama meliputi bidang usaha pembangunan dan persewaan perkantoran. Bisnis utama Intiland meliputi: pengembangan kawasan perumahan, bangunan tinggi berkonsep (mixed-use & high rise), perhotelan dengan brand "Whiz" dan kawasan industri.

Proyek-proyek yang dikembangkan dan dijalankan oleh Intiland, antara lain: 1). Kawasan hunian yang berlokasi di Tangerang meliputi: Aeropolis, Talaga Bestari dan Magnolia;; untuk lokasi Jakarta: Serenia Hills, 1 Park Avenue, Regatta, Pinang Residence 2, Beach Terrace Apartment; dan lokasi surabaya: Graha Famili dan Graha Natura; 2).

Kawasan superblok yang berlokasi di Jakarta meliputi: South Quarter, Kebon Melati, H-Island, West One City dan Intiland Tower; dan untuk lokasi Surabaya: Praxis, Intiland Tower, Sumatra 36, Graha Festival (Spazio, Spazio Tower dan National Hospital); dan 3). Kawasan industri, yakni Ngoro Industrial Park, Mojokerto Jawa Timur.

Komentar

Embed Widget
x