Find and Follow Us

Senin, 26 Agustus 2019 | 14:02 WIB

PT Multi Prima Bisa Turunkan Liabilitas 30,1%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 5 Agustus 2019 | 07:43 WIB
PT Multi Prima Bisa Turunkan Liabilitas 30,1%
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) menjelaskan total liabilitas per 30 Juni 2019 turun 30,1% senilai Rp8,4 miliar.

Pada enam bulan pertama tahun 2019 ini nilai total liabilitas perseroan turun menjadi Rp19,5 miliar dari Rp28,02 miliar per 31 Desember 2019. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Penurunan tersebut karena pemesahan bahan baku komponen produksi yang dikurangi. Dengan demikian utang usaha kepada pemasok juga mengalami penurunan.

Kebijakan tersebut untuk menyesuaikan situasi permintaan pasar atas produk. Selain itu, perseroan berupaya untuk melakukan efisiensi biaya dengan cost cutting atas biaya-biaya yang dinilai tidak produktif.

Upaya ini dilakukan mengingat situasi pasar secara keseluruhan yang tidak stabil dan cenderung masih tidak menentu. Sehingga total liabilitas perseroan per 30 Juni 2019 mengalami penurunan sebesar 30,13%.

PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) didirikan tanggal 07 Januari 1982 dengan nama PT Lippo Champion Glory dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1987. Perseroan memiliki pabrik yang berlokasi di Jl. Kabupaten No. 454, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Bogor Jawa Barat.

LPIN beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain:
-PT Lippo Champion Glory, per 07-Jan-1982;
-PT Champion Spark Plug Industries, per 21-Sep-1989;
-PT Lippo Industries (Lippo Industries Tbk), per 21-Ags-1990 (1996);
- PT Lippo Enterprises Tbk, per 1997;
-Multi Prima Sejahtera Tbk, per tahun 2001.

Pemegang saham yang memliki 5% atau lebih saham Multi Prima Sejahtera Tbk adalah Pacific Asia Holdings Limited, Cook Islands, dengan persentase kepemilikan sebesar 25,00%.

Ruang lingkup kegiatan LPIN meliputi, antara lain: manufaktur busi dan suku cadang kendaraan bermotor; perdagangan barang-barang hasil produksi sendiri dan/atau perusahaan yang mempunyai hubungan berelasi; dan penyertaan dalam perusahaan-perusahaan dan/atau badan hukum lain. Pendapatan utama LPIN berasal dari manufaktur busi (dengan merek Champion).

Pada tahun 1990, LPIN memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham LPIN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.250.000 dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga penawaran Rp3.000 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Oktober 1994.

Saham LPIN pada akhir pekan lalu berakhir di Rp306 per saham pada penutupan Rp288 per saham.

Komentar

Embed Widget
x