Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 04:06 WIB

Bursa Saham Asia Mulai Naik Tipis

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 23 Juli 2019 | 07:33 WIB
Bursa Saham Asia Mulai Naik Tipis
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Tokyo - Bursa saham di Asia Pasifik naik tipis pada hari Selasa (23/7/2019) setelah kenaikan semalam di Wall Street karena musim pendapatan bergulir.

Nikkei 225 di Jepang menambahkan 0,62% pada awal perdagangan, dengan saham produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron melonjak 2,58%. Indeks Topix juga naik 0,43%.

Di Korea Selatan, Kospi naik 0,23%, karena saham Hyundai Motor turun sekitar 3% setelah perusahaan membukukan laba yang tidak sesuai harapan, meskipun melihat lompatan laba kuartalan terbesar dalam tujuh tahun. Di Australia, indks ASX 200 naik 0,27%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,04% lebih tinggi seperti mengutip cnbc.com.

Semalam di Amerika Serikat, S&P 500 naik 0,3% menjadi ditutup pada 2.985,03. Sementara Nasdaq Composite naik 0,7% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 8,204.14. Dow Jones Industrial Average bertambah 17,70 poin menjadi ditutup pada 27.171,90.

Di tengah musim pendapatan yang sedang berlangsung, lebih dari seperempat perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba minggu ini. Sejauh ini, lebih dari 15% S&P 500 telah membukukan hasil triwulanan.

Dari perusahaan-perusahaan itu, 78,5% telah melampaui ekspektasi analis untuk pendapatan sementara 67% melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, menurut data FactSet.

Presiden AS Donald Trump menyetujui permintaan untuk "keputusan lisensi tepat waktu" dari Departemen Perdagangan mengenai raksasa telekomunikasi China Huawei, setelah pertemuan dengan para eksekutif teknologi dan telekomunikasi pada hari Senin, menurut Gedung Putih. Itu terjadi ketika Huawei, yang mengandalkan pemasok Amerika untuk komponen dan perangkat lunak dalam beberapa produknya, tetap masuk daftar hitam perdagangan Washington.

Sementara itu, Inggris diatur untuk mencari tahu siapa perdana menteri berikutnya yang akan bergerak mendekati tenggat waktu keberangkatan Brexit pada 31 Oktober.

Ketegangan tetap tinggi di Timur Tengah menyusul penyitaan Iran atas kapal tanker Inggris pekan lalu, dengan harga minyak mengalami kenaikan pada hari Senin.

Di pagi hari jam perdagangan Asia pada hari Selasa, harga minyak bervariasi. Patokan internasional kontrak berjangka minyak mentah Brent naik sedikit menjadi US$63,31 per barel. Sementara minyak mentah AS turun 0,11% menjadi US$56,16 per barel.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 97,308 setelah melihat posisi terendah di bawah 97,2 kemarin.

Yen Jepang diperdagangkan pada 107,97 melawan dolar setelah menguat dari pegangan 108,0 pada sesi sebelumnya, sementara dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,7032 setelah tergelincir dari tertinggi di atas $ 0,705 kemarin.

Komentar

Embed Widget
x