Find and Follow Us

Senin, 26 Agustus 2019 | 15:04 WIB

PT Kencana Energi Tawarkan Saham IPO Rp250-420

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 19 Juli 2019 | 16:53 WIB
PT Kencana Energi Tawarkan Saham IPO Rp250-420
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Kencana Energi Lestari Tbk dalam waktu dekat akan melepas sahamnya ke publik dengan skema Initial Public Offering (IPO) pada 25 Agustus 2019.

Dalam acara penawaran umum perdana saham perseroan menawarkan harga di kisaran Rp250 - Rp420 per saham melalui Initial Public Offering (IPO) dengan nominal saham Rp100 per saham.

Rencananya dalam penawaran umum perdana saham, perusahaan bakal melepas sebanyak-banyaknya 977,68 juta saham biasa atas nama atau sebanyak-banyaknya 25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Dengan demikian, diperkirakan PT Kencana Energi Lestari Tbk akan memperoleh dana segar sekitar Rp244,4 miliar hingga Rp410,6 miliar dari hasil IPO nya nanti.

"Dana hasil IPO itu akan kami gunakan untuk ekapansi usaha baik di bidang energi pembangkit listrik dan energi terbarukan lainnya," kata Giat Widjaja, Chief Financial Officer Perseroan, di sela-sela public expose di Jakarta (19/07/2019).

Bersamaan dengan aksi itu, perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah saham yang ditawarkan lewat initial public offering (IPO) atau sekitar 19,55 juta.

Perseroan memberikan mandat kepada PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas dan PT Mirae Asset SekuritasIndonesia sebagai Penjamin Pelaksaan Emisi untuk IPO ini.

Masa penawaran awal (bookbuilding) rencananya akan dilakukan pada 17 - 30 Juli 2019. Sementara itu, masa penawaran umum perdana saham diperkirakan akan berlangsung pada 9 Agustus 2019 - 14 Agustus 2019.

Dia lebih jelas merincikan, mayoritas dana hasil IPO atau sebesar 55% akan digunakan untuk pengembangan usaha di bidang energi pembangkit listrik tenaga air dan energi terbarukan di area Sumatra dan Sulawesi Selatan.

Fasilitas itu diperkirakan perseroan memiliki kapasitas produksi 205 megawatt (MW) melalui investasi penyertaan modal oleh perseroan pada entitas anak maupun entitas lain. Kemudian, sekitar 25% akan digunakan untuk modal kerja PT Bangun Tirta Lestari.

"Selanjutnya, sekitar 20% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mendanai belanja modal atau capital expenditure (capex) anak usaha yakni PT Nagata Dinamika Hidro Madong terkait proyek Madong," jelasnya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x