Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 03:45 WIB

Kondisi Keuangan di Ujung Tanduk,

Trikomsel Cari Investor Penyelamat

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 18 Juli 2019 | 18:52 WIB
Trikomsel Cari Investor Penyelamat

INILAHCOM, Jakarta - PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) tengah merayu berapa calon investor untuk menyelematkan keuangan perseroan.

Perseroan menawarkan bisnis kepada calon investor strategis, masih dengan bisnis lama di sektor perdagangan telephone genggam dan aksesorisnya.

Hal itu disampaikan Direktur TRIO, Jason Aleksander Kardachi di gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (18/7/2019).

"Saat ini kami belum bisa menyampaikan secara detail proposal yang kami sampaikan kepada calon investor, tapi beberapa investor global masih tertarik dengan bisnis retail mobile phone," kata dia.

Ia menjelaskan, investor itu akan ditawarkan masuk sebagai pemegang saham perseroan dengan mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement.

"Kami harap pada akhir tahun ini proses private placement dapat dilaksanakan,"kata dia.

Perseroan dalam menjalankan lini usaha saat ini perseroan telah menuutup lima toko sepanjang kuartal I 2019. Sehingga total toko perseroan hanya 98 unit.

Dalam kesempatan ini, dia menyampaikan masih melakukan negosiasi dengan tujuh kreditur yakni Bank Mandiri, Bank BTN, Deutsche Bank Jakarta, Standard Chartered Bank Jakarta, Standard Chartered Bank Singapura, Bank ANZ dan BCA untuk restruksisasi utang senilai Rp3,11 triliun.

"Nilai utang masih sama Rp3,1 triliun yang akan jatuh tempo 7 tahun dan 9 tahun. Kami sedang negosiasi soal nilai yang harus dibayarkan," kata dia.

PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) didirikan di Indonesia tanggal 21 Agustus 1996 dan memulai operasi komersialnya pada tanggal 21 Agustus 1996.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Trikomsel Oke Tbk, yaitu: Polaris Limited Pte. Ltd. (pengendali) (37,45%), UOB Kay Hian Private Limited (37,65%) dan J.P. Morgan Bank Luxembourg SA. RE JPMorgan (21,46%).

Sugiono Wiyono Sugialam (Presiden Direktur) merupakan pemegang saham mayoritas Polaris Ltd. dengan total kepemilikan 64,30% baik langsung maupun tidak langsung melalui PT SL Trio dan Tres Maria Capital Ltd.

Ruang lingkup kegiatan utama TRIO meliputi usaha perdagangan dan distribusi perangkat telekomunikasi, yang mencakup telepon selular, aksesoris, suku cadang, kartu telepon pra bayar dan pascabayar, gadget, serta jasa yang terkait dengan telekomunikasi dan multimedia.

TRIO merupakan distributor resmi dan pengecer produk komunikasi seluler di Indonesia untuk berbagai merek telepon seluler termasuk Samsung, Lenovo, Apple, Nokia, Blackberry, Sony, Huawei, Xiaomi, HTC, LG dan lainnya.

TRIO memasarkan produk-produk perangkat telekomunikasi seluler kepada konsumen ritel melalui anak usaha yakni PT Okeshop (jarigan gerai ritel OkeShop) dan Global Teleshop Tbk (GLOB) (jaringan toko Global Teleshop).

Trikomsel memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yaitu Global Teleshop Tbk (GLOB).

Pada tanggal 31 Maret 2009, TRIO mendapatkan Pernyataan Efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TRIO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 450.000.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp100 per saham melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran sebesar Rp225 per saham.

Komentar

Embed Widget
x