Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 02:51 WIB

Fitch Rating: Efek Utang APLN Tak Layak Investasi

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 18 Juli 2019 | 13:07 WIB
Fitch Rating: Efek Utang APLN Tak Layak Investasi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga pemeringkat efek internasional, Fitch Ratings menurunkan peringkat perusahaan dan obligasi PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjadi CCC-" atau masuk dalam kategori efek tidak layak investasi.

Mengutip siaran pers Fitch Ratings tanggal Kamis (18/7/2019) disebutkan bahwa peringkat efek baru bagi emiten property itu berlaku untuk perusahaan dan obligasi dalam mata uang asing senilai USD300 juta dengan bunga 5,95% yang akan jatuh tempo pada tahun 2024.

Dijelaskan, penurunan peringkat ini didasarkan dari risiko likuiditas dan rencana pembiayaan ulang atas utang sindikasi yang akan jatuh tempo senilai Rp1,178 triliun, yang jatuh tempo pada tanggal 5 Juni 2020.

Selain itu, APLN belum dapat menyakinkan pembayaran pinjaman sindikasi senilai Rp550 miliar yang akan jatuh tempo pada Desember 2019 dan Januari 2020.

Pada sisi lain, APLN hanya dapat pinjaman baru senilai Rp750 miliar untuk membayar utang yang jatuh tempo pada tanggal 6 Juni 2019.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan perseroan pada akhir kuartal I 2019, tercatat kas perseroan senilai Rp1,2 triliun dan pendapatan Rp754 miliar.

Agung Podomoro Land Tbk (APLN) didirikan tanggal 30 Juli 2004 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Agung Podomoro Land Tbk, antara lain: PT Indofica (pengendali) (64,76%), PT Prudential Life Assurance-Ref (6,73%), Saham Treasuri (5,54%) dan PT Simfoni Gema Lestari (5,07%). Saham publik sebesar 20,7%.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan APLN meliputi usaha dalam bidang real estat, termasuk pembebasan tanah, pengembang, dan penjualan tanah, baik tanah untuk perumahan, maupun tanah untuk industri, serta penjualan tanah berikut bangunannya.

Kegiatan usaha yang dijalankan APLN meliputi pembebasan tanah, pengembang real estat, persewaan dan penjualan tanah berikut bangunannya atas apartemen, pusat perbelanjaan dan perkantoran dengan proyek Mediterania Garden Residence 2, Central Park, Royal Mediterania Garden, Garden Shopping Arcade, Gading Nias Emerald, Gading Nias Residence, Grand Emerald, Gading Nias Shopping Arcade, Madison Park dan Garden Shopping Arcade 2 serta melakukan investasi pada entitas anak dan asosiasi.

Pada tanggal 1 Nopember 2010, APLN memperoleh pernyataan efektif Bapepam LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham APLN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 6.150.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham serta harga penawaran Rp365 per saham. Pada tanggal 11 Nopember 2010, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

Komentar

Embed Widget
x