Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 02:54 WIB

SCBD Ingin Delisting, BEI Minta Klarifikasi

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 17 Juli 2019 | 18:21 WIB
SCBD Ingin Delisting, BEI Minta Klarifikasi
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan dengar pendapat dengan manajemen PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD), untuk memastikan rencana penghapusan efek sukarela (delisting) menjadi perusahaan tertutup.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan berdasarkan peraturan mengenai delisting-relisting makan SCBD memiliki kewajiban melakukan penawaran wajib ( tender offer ) saham beredar.

"Kita (BEI) akan melakukan haering di minggu ini untuk mengklarifikasi hal tersebut ( rencana delisting dan go private)," kata Nyoman di Jakarta, Rabu (17/72019).

SCBD telah melayangkan surat kepada operator bursa pada tanggal 5 Juli 2019 tentang tanggapan manajemen atas peringatan bursa akan potensi delisting karena tidak memenuhi ketentuan V.2 peraturan No I-A. Pastinya emiten tersebut tidak memenuhi ketentuan batas minimal jumlah investor sebanyak 300 orang.

Bahkan, bursa telah menghentikan perdagangan efek emiten properti di seluruh pasar terhitung sesi 1 tanggal 17 Juli 2019. Sebelumnya saham emiten ini juga telah di suspend karena hal yang sama pada pasar reguler dan tunai sejak Juli 2017.

Bahkan, bursa telah menghentikan perdagangan efek emiten properti di seluruh pasar terhitung sesi 1 tanggal 17 Juli 2019. Sebelumnya saham emiten ini juga telah dihentikan sementara karena hal yang sama pada pasar reguler dan tunai sejak Juli 2017.

Untuk komposisi kepemilikan SCBD, PT Jakarta Internasional Hotel Tbk (JHID) 82,41%, PT Kresna Aji Sembada 8,87% dan sisanya masyarakat. Sedangkan total jumlah pemegang saham hanya 74 orang/badan.

PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) didirikan 01 April 1987 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989.

Ruang lingkup kegiatan SCBD meliputi usaha pembangunan perumahan (real-estat), perkantoran, pertokoan dan pusat niaga beserta fasilitas-fasilitasnya; menyewakan bangunan-bangunan, ruangan-ruangan kantor dan ruangan-ruangan pertokoan beserta fasilitas-fasilitasnya; menyediakan sarana dan prasarana dan melaksanakan pembangunan, pengusahaan dan pengembangan pembangunan kawasan niaga terpadu.

Saat ini, SCBD sedang mengembangkan area sekitar 45 hektar yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, yang dikenal dengan nama Kawasan Niaga Terpadu Sudirman (Sudirman Central Business District / SCBD).

Pada tanggal 28 Maret 2002, SCBD memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SCBD (IPO) kepada masyarakat sebanyak 100.000.000 dengan nilai nominal Rp500 per saham dengan harga penawaran Rp500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 April 2002. [hid]

Komentar

Embed Widget
x