Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 03:12 WIB

Bank BRI Syariah Sisakan Dana Hasil IPO Rp232,9 M

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 16 Juli 2019 | 09:01 WIB
Bank BRI Syariah Sisakan Dana Hasil IPO Rp232,9 M
Bank BRI Syariah - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) menyisakan dana hasil IPO sebesar Rp232,934 miliar per 30 Juni 2019 dari total bersih dana yang diperoleh sebesar Rp1,312 triliun.

Perseroan menjelaskan penggunaan dana untuk penyaluran pembiayaan mencapai Rp1,04 triliun. Pengembangan sistem teknologi informasi mencapai Rp29,504 miliar. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (15/7/2019).

Namun perseroan belum merealisasikan rencana untuk pengembangan jaringan kantor yang rencananya mencapai Rp98,414 miliar. Jadi total penggunaan dana hasil IPO per 30 Juni 2019 mencapai Rp1,09 triliun.

PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) (sebelumnya PT Bank Syariah BRI) didirikan dengan nama PT Bank Djasa Arta pada tanggal 03 April 1969.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Bank BRIsyariah Tbk, yaitu: Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dengan persentase kepemilikan sebesar 73,00%.

Ruang lingkup kegiatan BRIS adalah menyelenggarakan usaha perbankan dengan prinsip Syariah. Per tanggal 31 Desember 2017, BRISyariah memiliki 54 kantor cabang, 207 kantor cabang pembantu, 11 kantor kas, 1.044 kantor layanan syariah.

Pada tanggal 30 April 2018, BRIS memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BRIS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 2.623.350.600 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp510 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 Mei 2018.

Perseroan sebelum IPO merencanakan penggunaan dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya untuk: 1.) Sekitar 80% untuk penyaluran pembiayaan; 2.) Sekitar 12,5% untuk pengembangan sistem Teknologi Informasi; dan 3.) Sekitar 7,5% untuk pengembangan jaringan kantor.

Komentar

Embed Widget
x