Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 03:21 WIB

IHSG Masih Bisa Bergerak Positif

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 15 Juli 2019 | 00:15 WIB
IHSG Masih Bisa Bergerak Positif
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Untuk pekan ini, IHSG diyakini akan kembali melanjutkan penguatannya. Penguatan IHSG di awal pekan bakal didorong oleh pertemuan antara Jokowi dan Prabowo pada hari sabtu kemarin di Stasiun MRT Lebak Bulus, sehingga mengkondisikan demokrasi yang berjalan baik pasca selesainya pemilu 2019.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanul Mulyadi Handoko, Selain itu, pada awal pekan akan dirilis data ekpor-impor dan neraca dagang. Berdasarkan konsensus pasar, neraca perdagangan RI bulan Juni diprediksikan akan mengalami surplus sebesar US$ 516 juta. "Suplusnya neraca dagang akan menjadi katalis positif bagi IHSG pada perdagangan awal pekan besok (hari ini), seperti menggutip dari hasil risenya, Minggu (15/7/2019).

Kondisi IHSG terlihat masih sama dengan pekan sebelumnya. Secara teknikal, IHSG saat ini sedang berkonsolidasi membentuk pola rising wedge. Dari pola tersebut, terlihat bahwa IHSG masih bergerak naik namun terbatas dan cenderung sideways.

Indikator teknikal MACD terlihat bergerak mendatar di area positif, mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung berkonsolidasi dalam trend penguatannya. Diperkirakan range pergerakan IHSG pada pekan ini akan berada dikisaran area support 6.324 hingga 6.503 sebagai level resistance-nya.

Sementara pada tengah pekan hari rabu dan kamis, pelaku pasar akan mencermati pertemuan BI terkait kebijakan suku bunga. Kami memperkirakan BI bakal memangkas suku bunga sebesar 25 bps mendahului The Fed yang juga akan memangkas suku bunga di pertemuan akhir bulan ini.

Dari 19 ekonom yang di survey, 16 menyakini bahwa BI akan menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate menjadi 5,75%. Sedangkan hanya 3 ekonom yang memperkirakan BI rate bakal tetap di level 6%.

Bursa Wall Street ditutup menguat dan membukukan rekor tertinggi pada penutupan perdagangan akhir pekan, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang terus mendorong aksi beli saham. Investor juga menunggu kickoff musim laporan pendapatan emiten di kuartal II 2019 yang akan di mulai minggu ini.

Dow Jones naik 243,95 poin (+0,9%) menjadi 27.332,03, dan Nasdaq bertambah 48,10 poin (+0,59%) ke level 8.244,14. Sedangkan S&P 500 ditutup di atas level 3.000 untuk pertama kalinya, setelah berhasil menguat 13,86 poin (+ 0,46%) menjadi 3.013,77.

Selama sepekan, ketiga indeks utama saham AS berhasil menguat karena terdorong oleh sinyal penurunan bunga AS yang membawa pasar ke posisi tertinggi baru. Dalam sepekan, Dow Jones membukukan penguatan +1,52%, S&P 500 naik +0,78% dan Nasdaq meningkat +1,01%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG pada akhir pekan kemaren ditutup melemah 43,721 poin (-0,68%) ke posisi 6.373,345. Namun meski bergerak turun, investor asing masih tercatat net buy dengan membeli saham senilai Rp 169 miliar di pasar regular.

Selama sepekan, IHSG bergerak stagnan cenderung flat, atau hanya turun tipis 0,12 poin (-0,002%). Meski turun tipis, dalam seminggu investor asing tercatat masih membukukan aksi beli bersih sebesar Rp 1,45 triliun di pasar reguler.

Pergerakan IHSG selama sepekan terakhir cenderung sideways. Padahal, banyak isu positif yang dapat mendorong IHSG untuk melanjutkan penguatannya. "Namun karena sudah naik selama 6 pekan berturut-turut sebelumnya, maka kenaikan IHSG terhenti di minggu ke-7 untuk mengambil nafas sebelum melanjutkan kenaikannya lagi."

Komentar

Embed Widget
x