Find and Follow Us

Selasa, 22 Oktober 2019 | 03:18 WIB

Keuangan AS Payah, Mnuchin Minta Pagu Utang Naik

Sabtu, 13 Juli 2019 | 09:33 WIB
Keuangan AS Payah, Mnuchin Minta Pagu Utang Naik
Menteri Keuangan Steven Mnuchin
facebook twitter

INILAHCOM, Washington - Departemen Keuangan AS pada Jumat (12/7/2019), mendesak Kongres untuk menaikkan pagu utang sebelum parlemen memasuki masa reses pada Agustus. Kalau tidak brangkas kementerian itu bakal kosong pada awal September.

"Berdasarkan proyeksi yang diperbarui, ada skenario di mana kami kehabisan uang tunai pada awal September, sebelum Kongres berkumpul kembali," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah surat kepada Ketua DPR Nancy Pelosi.

"Karena itu, saya meminta Kongres meningkatkan pagu utang sebelum Kongres reses musim panas," lanjut Mnuchin.

Untuk mencegah negara lalai dalam menjalankan kewajiban, kemenkeu AS melakukan perundingan dengan Kongres AS tentang peningkatan batas utang. Dalam hal ini, Departemen Keuangan memiliki kewenangan 'luar biasa' untuk menjaga lembaga-lembaga pemerintah AS tetap berjalan.

Langkah-langkah itu, menurut penjelasan yang dikeluarkan departemen keuangan AS pada Maret, termasuk menangguhkan penjualan surat berharga yang diterbitkan untuk entitas pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah, serta menghentikan investasi baru dan investasi kembali dalam sejumlah dana-dana pemerintah.

"Karena ada ketidakpastian yang masuk akal dalam memproyeksikan arus kas pemerintah, tidak mungkin untuk mengidentifikasi secara tepat berapa lama tindakan luar biasa akan berlangsung," kata Mnuchin kepada Pelosi dalam surat itu.

Pelosi pada Kamis (11/7/2019), menegaskan bahwa Kongres AS tetap mengacu kepada pagu utang sebelum anggota parlemen reses pada 26 Juli 2019. "Saya pribadi yakin bahwa kita harus bertindak pada batas atas dan pagu utang sebelum reses," kata Pelosi kepada wartawan setelah berbicara melalui telepon dengan Mnuchin. "Saya realistis," tambahnya.

Bulan lalu, Mnuchin mengatakan, apabila Gedung Putih dan Kongres gagal menyetujui rencana pengeluaran, pemerintah akan menawarkan resolusi berkelanjutan untuk menjaga agar pemerintah didanai selama satu tahun.

Berbicara kepada wartawan pada 19 Juni setelah pertemuan antara pejabat Gedung Putih dan pemimpin kongres di kantor Pelosi, Mnuchin juga mengatakan Gedung Putih akan mengusulkan kenaikan pagu utang satu tahun jika jalan buntu antara legislatif dan eksekutif tetap ada.

Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada 9 Februari 2018, menangguhkan batas pinjaman negara hingga 1 Maret 2019, ketika utang nasional melebihi US$22 triliun.

Pusat Kebijakan Bipartisan, sebuah think tank Washington, Senin (8/7/2019) memperingatkan bahwa Kongres harus menaikkan batas utang federal pada paruh pertama September, jika tidak, "pemerintah federal tidak dapat lagi membayar semua tagihan secara penuh dan tepat waktu."

Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengaku amat khawatir dengan efek jangka panjang dari utang federal yang cukup tinggi terhadap perekonomian AS.

Dia mengatakan kepada anggota parlemen ketika bersaksi di depan Komite Jasa Keuangan DPR, Rabu (10/7/2019), "penting bahwa Kongres menaikkan pagu utang pada waktu yang tepat sehingga Amerika Serikat terus membayar tagihan kapan dan pada waktunya." [tar]

Komentar

Embed Widget
x